Jepang Bantu Bangun 100 Hunian Sementara Korban Likuifaksi Petobo Palu

Ade Miranti Karunia Sari ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 15:08 WIB
Jepang Bantu Bangun 100 Hunian Sementara Korban Likuifaksi Petobo Palu

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (keempat dari kanan) bersama perwakilan Jepang di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/10/2018) sore. (Foto: Kementerian PUPR)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

NUSA DUA, iNews.id - Jepang siap membantu Indonesia dalam proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sulawesi Tengah usai dilanda gempa dan tsunami. Negara Sakura selama ini dikenal berpengalaman menangani gempa karena wilayahnya yang berada di cincin api Pasifik.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah Jepang berkomitmen untuk memberikan bantuan teknis penyusunan rencana induk (masterplan) rehabilitasi dan rekonstruksi Palu, termasuk pembangunan 100 hunian sementara (huntara) untuk korban gempa Petobo dan Balaroa yang rumahnya terkena likuifaksi.

BACA JUGA:

100 Hunian Sementara untuk Korban Gempa Dibangun di Petobo Palu

Pemerintah Siapkan Hunian Sementara bagi Korban Likuifaksi Gempa Palu

Komitmen tersebut, kata Basuki, disampaikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Shinichi Kitaoka di sela-sela rangkaian acara pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali.

"Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar rebuild. Karenanya diperlukan bantuan teknis untuk membangun Palu yang baru berdasarkan masterplan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Basuki melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/10/2018).

Basuki menjelaskan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun terhitung awal 2019. Pemerintah Jepang, kata dia, akan mulai terlibat sejak tahap tanggap darurat, termasuk membuatkan huntara sementara untuk warga.

"Kita akan buat Huntara karena sebagian rumah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi seperti di Balaroa dan Petobo, sehingga diperlukan relokasi. Kita susun Masterplan untuk pembangunannya. Masterplan inilah yang akan didukung oleh JICA," ucapnya.

Basuki menyebut, tim teknis dari JICA akan tiba hari ini dan akan bergabung dengan tim Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian PPN/Bappenas untuk melakukan survei. Para ahli dari JICA akan bergabung dengan perwakilan lembaga terkait dan pemerintah daerah. Selepas survei, tim JICA akan merumuskan masterplan sehingga nantinya pembangunan di Palu lebih tangguh menghadapi gempa.


Editor : Rahmat Fiansyah