Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.235 per Dolar AS

Ade Miranti Karunia Sari ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 18:54 WIB
Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.235 per Dolar AS

ilustrasi. (Foto: Ant)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah kembali tertekan melawan dolar Amerika Serikat (AS) saat penutupan perdagangan di pasar spot Kamis (11/10/2018) sore.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada di level Rp15.235 per dolar AS, melemah 35 poin atau 0,25 persen dibandingkan posisi kemarin di Rp15.200 per dolar AS.

Rupiah langsung dibuka melemah pada sesi pagi di Rp15.224 per dolar AS dan bergerak dalam rentang Rp15.223-15.268 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan hari ini. Adapun sejak awal tahun, rupiah sudah melemah 12,39 persen terhadap greenback.

Data Reuters juga menunjukkan, rupiah memelah 36 poin ke Rp15.230 per dolar AS dari posisi kemarin di Rp15.194 per dolar AS. Sementara sepanjang sesi perdagangan, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp15.191.-15.309 per dolar AS.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Kamis 11 Oktober 2018, rupiah terdepresiasi 38 poin menjadi Rp15.253 per dolar AS dari posisi kemarin di Rp15.215 per dolar AS.

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengatakan, sentimen perang dagang kembali membebani laju mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Beredar kabar Presiden AS Donald Trump siap meningkatkan tarif impor lebih lanjut terhadap produk Tiongkok," ujarnya.

Selanjutnya, dia mengatakan, perang dagang yang kembali memanas itu akan memicu Tiongkok untuk melakukan devaluasi mata uangnya. Kondisi itu tentu berimbas negatif pada mata uang di kawasan sekitar.

"Sentimen perang dagang cukup kuat mempengaruhi mata uang rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya," katanya.

Di tengah situasi eksternal yang kurang kondusif, lanjut dia, membuat investor cenderung menahan diri untuk masuk ke aset negara berkembang, termasuk Indonesia yang akhirnya memicu tekanan pada nilai tukarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : rupiah