Laba Bersih Masih Solid, Saham XL Axiata Menguat 2 Persen

Rahmat Fiansyah ยท Jumat, 02 Februari 2018 - 16:29 WIB
Laba Bersih Masih Solid, Saham XL Axiata Menguat 2 Persen

Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA, iNews.id- Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengumumkan laba bersih perusahaan (net income) sepanjang tahun 2017 mencapai Rp375,24 miliar, stagnan atau cenderung turun tipis dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp375,52 miliar.

Laba XL Axiata sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) berada di bawah perkiraan, namun laba bersih yang dicetak perusahaan masih cukup kuat dan melebihi ekspektasi meski turun tipis.

“Kami masih merekomendasikan beli (maintain buy). EXCL memiliki posisi yang baik untuk diuntungkan dari naiknya permintaan internet di Indonesia dan hal ini bisa mencerminkan kenaikan pangsa pasar pada tahun 2017,” kata Kresna Hutabarata, Equity Research Analyst Mandiri Sekuritas, Jumat (2/2/2018).

Pasar tampak merespon positif terhadap kinerja XL Axiata tahun lalu. Pada penutupan perdagangan hari ini, saham XL Axiata menguat 2,04 persen (60 poin) ke level 3.000 dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin. Posisi laba per saham (price to earning ratio/PER) XL Axiata saat ini sekitar 85,71x.

Pada tahun lalu, XL Axiata membukukan pendapatan sebesar Rp22,88 triliun, meningkat sekitar 7 persen dibandingkan pendapatan tahun 2016 sebesar Rp21,34 triliun. Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata mengatakan, kemampuan XL Axiata mencetak laba di tengah ketatnya kompetisi di sektor telekomunikasi tidak terlepas dari strategi perusahaan.

“Pencapaian sepanjang 2017 ini menunjukkan transformasi bisnis yang kami lakukan sejak 2015 sudah tepat dan berhasil memperkuat bisnis layanan data sebagai tumpuan perusahaan,” kata Dian saat memberikan briefing laporan keuangan singkat XL Axiata.

Menurut Dian, keberhasilan XL Axiata membukukan laba ditentukan tiga hal, yaitu strategi ‘dual band’ yang tepat, berlanjutnya perluasan jaringan ke wilayah-wilayah dengan permintaan yang tinggi, serta pertumbuhan yang kuat pada pendapatan dan dan trafik dari wilayah luar Jawa.

Salah satu indikatornya, kata Dian, adalah pendapatan bisnis layanan data yang semakin besar memberikan kontribusi bagi pendapatan perusahaan hingga 69 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 48 persen.

Hingga akhir tahun 2017, jumlah pelanggan yang aktif menggunakan layanan data juga mencapai 73 persen dari total 53,5 juta pelanggan. Komposisi pelanggan prabayar sebanyak 52,8 juta naik 15 persen dan pelanggan pascabayar lebih dari 700.000 naik 32 persen dengan tingkat pendapatan rata-rata per pelanggan (Average Revenue Per User/ARPU) campuran mencapai sekitar Rp34.000 per bulan.

"Terus tumbuhnya jumlah pelanggan yang mengakses layanan data mampu mendorong kenaikan trafik layanan data hingga 2 kali lipat, menindkat sebesar 148 persen," ujarnya.

Tercatat sebanyak 72 persen dari total pelanggan atau sebanyak 38,3 juta pelanggan telah menggunakan smartphone. Angka ini meningkat 32 persen dari capaian tahun lalu seiring dengan terus semakin baiknya kualitas layanan data dan pembangunan jaringan data.

Dian mengatakan, XL Axiata akan terus berinvestasi pada jaringan secara berkelanjutan untuk meningkatkan, baik kualitas layanan maupun perluasan jangkauan layanan. Saat ini jaringan 4G LTE XL Axiata telah menjangkau 360 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, ditopang oleh lebih dari 17.000 BTS 4G dan hampir 46.000 BTS 3G.

Sementara itu, secara total, jumlah BTS XL Axiata hingga akhir 2017 tercatat sebanyak 101.094 BTS, naik 20 persen. Sepanjang 2017, XL Axiata telah membangun lebih dari 16.000 BTS, 60 persen diantaranya di wilayah di luar Pulau Jawa.


Editor : Rahmat Fiansyah