Lewat Flash Sale, Alibaba Akan Pasarkan Indomie hingga Kopi Kapal Api

Antara ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 20:01 WIB
Lewat Flash Sale, Alibaba Akan Pasarkan Indomie hingga Kopi Kapal Api

Founder sekaligus Chairman Alibaba, Jack Ma (tengah) bersama sejumlah menteri kabinet RI di Nusa Dua, Bali. (Foto: Ant)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

NUSA DUA, iNews.id - Lima produk unggulan Indonesia mulai dari mie instan hingga kopi akan dipasarkan lewat platform Alibaba, perusahaan yang dimiliki oleh orang terkaya kedua di China, Jack Ma.

Kelima produk tersebut yaitu mie instan (Indomie), kopi (Kapal Api Luwak Drip), biskuit (Richeese), kerupuk udang (Papatonk Premium Shrimp Crackers), sarang burung walet (Yan Ty Ty). Produk-produk tersebut akan dijual dalam hari belanja online terbesar di China yang disebut Double Eleven, semacam flash sale di Indonesia.

Gelaran tersebut diadakan setiap 11 November 2018. Sejumlah e-commerce lokal berlomba-lomba memberikan tawaran menarik seperti Tmall dan Taobao (keduanya milik Alibaba), JD.com, dan Lazada. Pada tahun 2017, nilai transaksi Alibaba dalam satu hari tersebut mencapai Rp380 triliun.

"Lima produk sudah kami siapkan. Kopi, biskuit, kerupuk, sarang burung walet, yang produknya dari Indonesia. Produk itu sudah tersedia dan diketahui konsumen di China," ujar Triawan di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018)

Produk makanan dipilih pemerintah dan swasta karena jumlah kelima produk tersebut telah memenuhi syarat minimal yakni satu juta produk untuk dijual di platform Alibaba. "Kenapa makanan, karena itu yang bisa diterima Alibaba, karena sudah ada basisnya mereka. Harus satu juta stok minimal di sana dan harus bisa dikirim dalam waktu tersebut," ucapnya.

Meskipun demikian, Triawan juga tidak menutup kemungkinan produk Indonesia lainnya bisa ikut dipasarkan di "Double Eleven". "Ke depan kami harus siapkan lagi produknya untuk menangkap pasar," kata Triawan.

Selain keterlibatan dalam Double Eleven, Jack Ma, pendiri Alibaba, juga berjanji kepada pemerintah Indonesia untuk membantu pengembangan SDM di sektor ekonomi digital terutama sistem pembayaran. Alibaba dikenal memiliki bisnis pembayaran yang disebut Alipay.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah, swasta,, dan Jack Ma sedang merampungkan desain pengembangan SDM di ekonomi digital. Selain itu, pemerintah Indonesia juga ingin bertukar pengalaman mengenai digitalisasi penyaluran dana atau bantuan sosial agar lebih tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang berhak.

"Kita sangat perlu sekali pengembangan SDM untuk itu. Bahkan kami sedang siapkan. Alibaba juga siapkan porposal, dari kami siapkan tim untuk diskusi lebih detail untuk seperti apa seharusnya kami kembangkan modelnya," kata Darmin.


Editor : Rahmat Fiansyah