Menteri Jonan Minta BPN Tinjau Kembali Wilayah Rawan Bencana

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:59 WIB
Menteri Jonan Minta BPN Tinjau Kembali Wilayah Rawan Bencana

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meninjau kembali wilayah mana yang bisa dihuni masyarakat. Hal ini agar dapat mengihindari korban saat terjadi bencana.

"Saya menganjurkan agar ini bisa dijawab BPN di tata ruang untuk meninjau kembali wilayah mana yang bisa digunakan untuk apa, ini penting sekali supaya mencegah terjadinya korban," ujarnya saat Geoseminar di kantornya, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Pasalnya, Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif utama dunia (Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia) memiliki potensi bencana geologi. Salah satunya adalah gempa bumi yang dalam beberapa kasus disertai dengan kejadian tsunami seperti di Sulawesi Tengah.

"Apakah perlu diinformasikan ke masyarakat? Saya pikir perlu, yaitu BPN atau ATR supaya kita bisa menjelaskan dan ada pencegahan sebelumnya," ucapnya.

Selain itu, ia juga meminta Kementerian ATR untu mengajak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan instansi lainnya untuk menginformasikan kepada masyarakat. Kemudian membuat pelatihan untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menghadapi bencana.

"Kalau bisa sih, itu setelah ini gabung saya berharap kementerian ATR untuk jadi front liner karena di sini kan orang lebih takut izin daripada gempa, jadi lebihh baik BPN aja front liner-nya," kata dia.

Pihaknya juga terus melakukan upaya mitigasi bencana dengan memetakan daerah yang pernah terjadi gempa dan tsunami yang disajikan dalam peta rawan gempa dan tsunami serta ada potensi likuifaksi. Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa dan tsunami secara rutin disampaikan kepada seluruh pemerintah daerah.

"Buminya satu, ilmunya satu, pendapatnya satu. Makanya geologi itu ilmu kira-kira saya bilang. Banyak yang komentar, satu hal komentarmya macam-macam. Saya mohon diluruskan supaya masyarakat tidak bingung," tuturnya.

Sebagai informasi, Palu-Donggala, Sulawesi Tengah belum lama ini diguncang gempa sehingga wilayah tersebut mengalami kerusakan parah. Jonan berharap Kota Palu yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang didesain sebagai pusat logistik terpadu dan industri pengolahan pertambangan di wilayah Sulawesi, dapat tumbuh dan dikembangkan kembali setelah gempa ini.


Editor : Ranto Rajagukguk