Minta Kenaikan Harga Premium Ditunda, Rini Sudah Konsultasi ke Jokowi

Okezone ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 19:42 WIB
Minta Kenaikan Harga Premium Ditunda, Rini Sudah Konsultasi ke Jokowi

Menteri BUMN, Rini Soemarno. (Foto: Ant)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

NUSA DUA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno angkat bicara soal penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium kemarin.

Rini mengaku ada kesalahpahaman soal pengumuman kenaikan harga Premium. Dia mengaku tidak tahu kalau Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga BBM penugasan tersebut di tengah perhelatan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali.

Mendengar pengumuman tersebut, Rini yang saat itu tengah berada di Sulawesi Tengah untuk penangangan bencana langsung berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Setelah itu beliau (Jokowi) me-review ini ada negative impact di inflasi dan juga daya beli masyarakat yang kecil dan menengah. Kalau beliau mengatakan (demikian), sudah saya instruksikan untuk tidak naik," kata Rini di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

BACA JUGA:

Kenaikan Harga Premium Ditunda, Beban Pertamina Makin Berat

Menteri Rini yang Minta Jonan Tunda Kenaikan Harga Premium

Rini mengaku komunikasi antara dirinya dengan Jonan sempat terputus saat berada di Sigi karena tidak adanya jaringan komunikasi. Sementara komunikasi dengan Jonan masih lancar saat Rini ada di Palu.

"Memang ada kesalahan, karena saya kan ke Sigi, itu tidak ada (jaringan) komunikasi waktu di Sigi, kalau di Palu kan ada (jaringan) komunikasi, di Sigi menghilang sama sekali, habis itu berangkat ke sini (Bali)," tuturnya.

Mantan Presiden Direktur Astra International itu mengaku tidak terlalu mengikuti kenaikan harga Premium karena sedang di berada di Sulawesi Tengah.

"Jadi saya tidak tahu apa pembicaraan dengan Pak Jonan dengan Ibu Menteri Keuangan dan dengan yang lain, mungkin sudah ada pembicaraan itu," katanya.

Rini mengatakan, kesepakatan awal saat itu yaitu kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Series. Dia mengaku kaget saat ternyata Premium ikut dinaikkan.

"Dari sejak awal, pemikirannya dengan penyesuaian harga Pertamax ini sudah sangat membantu pada Pertamina. Tapi penekanan dari awal memang kami menekankan kenaikan Pertamax, karena kenaikan itu bisa kita lakukan. Sehari sebelumnya sudah kita komunikasikan karena kompetitor kita sudah naik, maka kita harus segera naik," ucapnya.

Untuk diketahui, Jonan mengumumkan kenaikan Premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter pada pukul 18.00 WIB. Namun, belum selang satu jam, dirinya mengumumkan kenaikan tersebut dibatalkan dan akan dikaji lebih lanjut. (Yohana Artha Uly)


Editor : Rahmat Fiansyah