Pelecehan Seksual di Taksi Online, Kemenhub Imbau Korban Lapor Polisi

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 20:14 WIB
Pelecehan Seksual di Taksi Online, Kemenhub Imbau Korban Lapor Polisi

ilustrasi. (Foto: AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan menilai kasus pelecehan seksual yang dialami oleh penumpang taksi online merupakan ranah kepolisian. Untuk itu, korban disarankan untuk melapor kepada polisi.

"(Korban) lapor polisi. Itu urusan polisi," kata Direktur Pembinaan Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Mohammad Risal Wasal di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Dari sisi pemerintah, Risal mengimbau kepada penumpang untuk berhati-hati saat menggunakan jasa taksi online. Salah satunya dengan memastikan apakah sopir taksi tersebut sama dengan identitasnya di aplikasi.

"Kita hanya ingin menyampaikan, kalau yang dipesan beda antara kendaraan sama sopirnya, jangan naik dulu. Jaga safety dulu," ucapnya.

Risal mengaku telah berkoordinasi dengan aplikator untuk mencari solusi supaya kejadian tidak terulang lagi. Yang terpenting, kata dia, yaitu bagaimana aplikator merekrut sopir.

"Nanti kita minta fokus bagaimana peran aplikator di dalam seleksi. Nanti kita juga lihat proses perekrutan mereka seperti apa," ujarnya.

Sebelumnya, mitra pengemudi taksi online Grab diduga melakukan pelecehan seksual terhadap penumpangnya. Kasus tersebut viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Grab sempat menawarkan mediasi antara sopir dan penumpang untuk mengatasi masalah tersebut. Belakangan langkah Grab dikritik oleh masyarakat karena dinilai tidak sensitif terhadap korban yang trauma. Hal ini kemudian diklarifikasi bahwa mediasi dilakukan secara terpisah antara Grab dan mitra pengemudi.


Editor : Rahmat Fiansyah