Pemerintah Kaji Green Diesel, Kualitas Lebih Baik daripada Biodiesel

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 22:26 WIB
Pemerintah Kaji Green Diesel, Kualitas Lebih Baik daripada Biodiesel

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah mengkaji penggunaan green diesel di dalam negeri karena memiliki kualitas yang lebih bagus dari biodiesel.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, dengan kehadiran green diesel, impor solar tidak diperlukan lagi. Hal ini berbeda dengan biodiesel yang membutuhkan solar untuk dicampur.

"Jadi at least dengan adanya green diesel, kita tidak perlu lagi impor solar karena yang solar ini diganti oleh green diesel. Kalau nanti ini bisa digunakan CPO-nya lebih banyak lagi artinya crude nanti yang diolah ke kilang kita juga bisa berkurang," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Arcandra menyebut, rencana untuk memproduksi green diesel masih tahap awal sehingga belum diketahui kilang mana yang akan memproduksinya.

"Ini sedang dikaji apakah mengubah atau meng-convert sebagian dari exiisting (kilang) kita atau reventing ke kilang atau membangun yang baru, masih dalam kajian," kata dia.

Kualitas biodiesel selama ini dikeluhkan oleh konsumen karena meninggalkan karbon yang cukup banyak pada mesin sehingga membuat mesin cepat rusak. Selain itu, biodiesel juga mempunyai kelemahan yaitu membeku pada suhu yang sangat rendah. Dari sisi efisiensi dan performa, green diesel juga lebih baik dibandingkan biodiesel.

Arcandra menilai, green diesel lebih ramah lingkungan dibanding biodiesel karena diproses secara hidro. Berbeda dengan biodiesel yang meninggalkan oksigen, green diesel menggunakan hidrogen seperti petro diesel.

"Green diesel lebih bagus. Segala hal dia lebih bagus, lebih ramah lingkungan, jadi lebih hydrogenation process," ucapnya.

Sama seperti biodiesel, green diesel merupakan produk turunan dari minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Namun, keduanya diproses secara berbeda sehingga mempunyai kualitas yang berbeda.

"Green diesel itu lebih bagus bisa digunakan langsung tidak seperti FAME yang dicampur (solar)," ucapnya.

Besok, Pertamina akan menekan nota kesepemahaman dengan perusahaan multinasional Italia yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, Eni S.p.A. Kerja sama ini untuk menyediakan BBM yang ramah lingkungan seperti green diesel.


Editor : Rahmat Fiansyah