Rudiantara Sebut Akan Lahir 3 Unicorn Baru di Indonesia

Antara ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 13:18 WIB
Rudiantara Sebut Akan Lahir 3 Unicorn Baru di Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (Foto: Ant)

NUSA DUA, iNews.id - Perusahaan rintisan (startup) di Indonesia perlahan mulai bertransformasi menjadi unicorn seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Menteri Komunikasi dan Informasi, (Menkominfo) Rudiantara memprediksi akan ada tiga startup lagi yang berpeluang menjadi unicorn. Ketiga startup itu bergerak di bidang edutech, healthtech, dan fintech.

Unicorn merupakan startup yang memiliki valuasi pasar minimal 1 miliar dolar AS. Di Indonesia, saat ini sudah ada empat startup

Indonesia saat ini memiliki empat startup yang tergolong unicorn, atau yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar, yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia. Selain keempat itu, Rudiantara menyebut hadirnya anggota lain.

"Selalu orang bertanya ke saya, unicorn berikutnya siapa sih kira-kira? Saya selalu katakan, clue-nya, satu adalah pendidikan. Mengapa pendidikan? Karena APBN kita itu berdasarkan undang-undang dasar 20 persen itu harus digelontorkan untuk pendidikan," kata Rudiantara di sela-sela acara "The Nexticorn International Convention - Digital Paradise" di Bali, Sabtu (13/10/2018).

BACA JUGA:

Jokowi Minta Regulasi Tidak Berlebihan Mengekang Internet

Rudiantara Sebut Indonesia Produsen Startup Terbesar Ke-4 Dunia

Rudiantara menambahkan tahun ini Rp400 triliun lebih digelontorkan untuk pendidikan dan dipastikan akan kembali meningkat tahun depan. "Itu kan kalau dapat satu atau dua persen saja sudah Rp10 triliun kalau dua persen. Jadi akan besar," katanya.

Untuk jenis yang kedua,Rudiantara menyebut health tech juga memiliki peluang yang besar. Pasalnya, anggaran kesehatan dalam APBN juga cukup besar. "Karena berdasarkan undang-undang dasar kita, 5 persen kita harus dialokasikan ke kesehatan," katanya.

Menurut dia, lima persen itu sekira Rp100 triliun lebih dibelanjakan, kalau satu persennya saja, angka tersebut luar biasa besar. "Dan jangan lupa fintech. fintech itu traksinya lagi tinggi. Investor senang dengan perusahaan yang traksinya tinggi. Artinya tiba-tiba market-nya naik," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah