Suarakan Keterbukaan Ekonomi, Mendag Ingin Perang Dagang Dihentikan

Antara ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:36 WIB
Suarakan Keterbukaan Ekonomi, Mendag Ingin Perang Dagang Dihentikan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

NUSA DUA, iNews.id - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan menyuarakan ke dunia internasional mengenai manfaat keterbukaan ekonomi sebagai pengejawantahan pidato Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018.

"Kementerian Perdagangan akan negosiasi dan menyampaikan bahwa (perang dagang) ini tidak baik. Cara lain adalah kita membuka diri dan menyatakan bahwa manfaatnya akan lebih," kata Enggartiasto di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Mendag mengaku akan menyuarakan mengenai manfaat ekonomi yang akan diperoleh rakyat dengan adanya keterbukaan dan perdagangan bebas.

Menurut dia, perdagangan yang melibatkan banyak pihak seharusnya mewujudkan kondisi yang saling menguntungkan (win-win) bukan memberikan manfaat absolut bagi satu pihak (the winner takes it all).

Terkait dengan pidato Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018, Enggartiasto menilai ilustrasi yang dipaparkan mengena dan tajam.

"Ini menunjukkan kultur Jawa yang kuat sekali, menyampaikan sesuatu tanpa menyinggung tetapi sangat dalam artinya," kata Mendag.

Enggartiasto menduga bahwa ide pidato semacam itu muncul dari pemikiran Presiden Jokowi sendiri.

"Dalam pengalaman saya, Presiden memang detail memberikan panduan dan ilustrasi-ilustrasi," ujar dia.

Dalam pertemuan tahunan IMF-WB, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hubungan antara negara-negara ekonomi maju kini semakin menegang. Bahkan, hubungan itu ia gambarkan seperti film serial asal Amerika Serikat (AS) ‘Game of Thrones’. Jokowi menyebut balance of power dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju tengah mengalami keretakan.

Lemahnya kerja sama dan koordinasi dinilai telah menyebabkan terjadinya banyak masalah, seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

“Dalam serial Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali the Iron Throne. Mother of Dragons menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para Great Houses itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan dan setelahnya, House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain,” kata Jokowi.


Editor : Ranto Rajagukguk