Desa Penglipuran, Terkenal Indah dan Unik Sudah Ada sejak 700 Tahun

Vien Dimyati ยท Senin, 30 Maret 2020 - 12:28 WIB
Desa Penglipuran, Terkenal Indah dan Unik Sudah Ada sejak 700 Tahun

Keindahan Desa Penglipuran (Foto : Instagram @nety_ru)

JAKARTA, iNews.id - Nama Desa Penglipuran Bali memang sudah terkenal hingga mancanegara. Desa yang ada di Bangli ini memiliki keindahan alami.

Di sini, traveler akan menemui keindahan pedesaan yang sangat jauh dari arus lalu lintas.

Penataan dan atraksi desa wisata yang sangat apik membuat desa ini sangat tepat buat Anda yang ingin mencari ketenangan.

Berdasarkan cerita yang diyakini penduduk setempat. Desa penglipuran telah ada sejak lebih dari 700 tahun silam, atau tepatnya pada masa Kerajaan Bangli.

"Penasaran pake banget dengan Desa #Panglipuran, yang menjadi Desa terbersih nomer dua di dunia. Beneran ga ada sampah sama sekali. Gak cuma di Desa itu sebenernya, sepanjang jalan menuju tkp jugak bersih dan rapi banget. Lalu yang jaga tiket masuk lokasi adalah Ibu-Ibu warga desa. Ramah banget. Mau foto cuma keknya ga enak jadi urungkan niat foto Ibunya," tulis Instagram @nety_ru, dikutip Senin (30/3/2020).

Di desa ini Anda akan melihat Bali yang sesungguhnya. Udara sejuk khas pegunungan akan menyambut kedatangan wisatawan saat melakukan perjalanan ke Desa Penglipuran.

Penglipuran berada pada ketinggian sekitar 700 meter dari atas permukaan laut. Desa ini selain terkenal karena tradisinya, juga dikenal karena keasrian, kesejukan lingkungan, dan kebersihannya.

Panorama alam yang indah, membuat Anda ingin berlama-lama di Penglipuran. Banyak spot yang bisa digunakan untuk mengambil foto.

Salah satunya, Anda bisa berswafoto di tanaman bunga dan tanaman hias di kebun-kebun. Ada banyak tanaman di halaman rumah penduduk.

Rumah di sini juga terkenal unik karena memiliki desain arsitektur pagar, dinding, hingga pintu rumah yang sama. Rumah-rumah tersebut ditata dengan teratur di sisi kanan dan kiri jalan utama.

Konsep tata ruang permukiman ini menganut prinsip tri mandala. Konsep ini secara fungsi dan tingkat kesuciannya dibagi dalam tiga ruang, yaitu ruang utama, ruang madya, dan nista.

Nama Desa Panglipuran sendiri berasal dari kata "Pengeling" dan "Pura" yang bermakna mengenang tempat suci para leluhur.

Penduduk dari desa ini kebanyakan berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani yang bermigrasi karena suatu alasan.

Semua bangunan rumah di desa ini tampak saling mirip satu sama lain di mana setiap rumah selalu memiliki pintu gerbang dan uniknya lagi ukuran rumah para warga di desa ini juga sama persis.

Waktu terbaik mengunjungi Desa Penglipuran adalah ketika menjelang Hari Raya Galungan atau setelah Hari Raya Galungan. Pada saat itu, Anda dapat melihat barisan penjor yang menghiasi setiap rumah desa.

Untuk masuk ke desa wisata ini, Anda harus membayar retribusi. Anda bisa membayar Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak, ditambah dengan biaya parkir sebesar Rp5.000. Dengan harha tiket masuk itu, Anda sudah bisa menikmati indahnya panorama Desa Penglipuran.

Desa Penglipuran berada di Kecamatan Bangli, Pulau Bali. Berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Denpasar. Bagaimana, tertarik menjelajahi Desa Penglipuran?


Editor : Vien Dimyati