Destinasi Bali Baru Jadi Primadona, Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di Indonesia

Vien Dimyati ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:29 WIB
Destinasi Bali Baru Jadi Primadona, Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di Indonesia

Direktur Operasional IDX Channel Apreyvita (kanan) bersama nara sumber IDX Channel Outlook Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

JAKARTA, iNews.id - Pariwisata Indonesia memiliki potensi menjadi core ekonomi sebagai penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Bahkan, lima Destinasi Super Prioritas diprediksi menjadi primadona bagi pariwisata di Indonesia.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hengky Manurung mengatakan, pariwisata akan menjadi penyumbang terbesar di Indonesia. Salah satunya, lima destinasi wisata super prioritas akan menjadi salah satu penyumbang devisa.

"Destinasi Super Prioritas akan menjadi penyumbang devisa terbesar. Logikanya, semakin banyak wisatawan yang berkunjung, maka akan semakin banyak bawa mata uang. Maka, distribusi ke masyarakat akan terdampak. Terutama untuk restoran lokal hingga penginapan ini multieffect-nya banyak, sampai ke bawah," kata Hengky Manurung, dalam acara IDX Channel Economic Outlook Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, di Le Meridien Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Menurut Hengky, dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) 67,6 persen di 2014-2018. Pertumbuhan ini akan ditingkatkan. Investasi lima tahun terakhir meningkat target sampai akhir 2019 sebesar 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Pada seminar IDX Channel Outlook Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, dihadiri Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Hengky Manurung, Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi, Public Relation Director Traveloka Sufintri Rahayu dan pengamat kebijakan public Agus Pambagyo.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, Kementerian PUPR memberikan dukungan untuk pengadaan infrastruktur di kawasan pariwisata. Prioritas Kementerian saat ini adalah meningkatkan fasilitas kepada 25 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas.

“Hari ini kita bicara kawasan destinasi wisata di Indonesia, bukan hanya 10 kawasan destinasi, jumlahnya masih banyak. Terlebih jika RPJMN 2024 disetujui, akan semakin banyak destinasi wisata yang akan muncul,” ujar Sugiyartanto.

Direktur Operasional IDX Channel Apreyvita Wulansari mengatakan, saat ini pemerintah mengganggarkan dana sebesar 17 miliar dolar AS setara Rp23 triliun, selain itu di 2019 target perolehan dari sektor pariwisata mencapai Rp2,8 triliun. Pemerintah juga menetapkan program 10 destinasi Bali baru dan menetapkan lima destinasi super prioritas.

"Energi yang diberikan pemerintah Jokowi pada pemerintahan pertama, semoga dukungan terhadap pariwisata tetap sama,” kata Apreyvita Wulansari.

Sementara itu Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi mengatakan, pariwisata menjadi salah satu sektor yang menguntungkan, untuk itu Bank Mandiri tertarik masuk dan membiayai sektor pariwisata.

Menurut Rizaldi, dukungan Mandiri terhadap sektor pariwisata terbilang cukup besar. Mandiri mencatat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pariwisata per Agustus 2019 mencapai Rp2,48 triliun atau sekitar 16,5% dari total KUR Mandiri yang mencapai Rp15,03 triliun.

“KUR Ini kita gunakan untuk membiayai yang terkait dengan sektor pariwisata,” ujar RIzaldi.

Sementara itu, untuk pembiayaan industri penunjang pariwisata per September 2019 mencapai Rp9,2 triliun yang terdiri atas Rp376 miliar untuk kawasan pariwisata, Rp4,6 triliun untuk hotel bintang, Rp243 miliar untuk jasa perjalanan wisata serta Rp3,8 triliun untuk jasa akomodasi lain.

Sementara, untuk pembiayaan infrastruktur dasar mencapai Rp198,5 triliun. Pembagian pembiayaan infrastruktur tersebut di antaranya Rp20,4 triliun untuk jalan, Rp39,6 triliun untuk transportasi, Rp42,2 triliun untuk tenaga listrik, dan Rp18,7 triliun untuk telematika.

Public Relation Director Traveloka Sufintri Rahayu mengapresiasi kinerja pemerintah yang memberikan aksesibilitas, sehingga semua akses pariwisata bisa terbuka.

“Dengan adanya destinasi 10 Bali Baru dan terlebih lima destinasi prioritas ini akan mendorong jumlah periwisata dan ini juga akan menguntungkan kita karena mereka akan mengakses ke platform kita,” tutur Sufintri Rahayu.    


Editor : Tuty Ocktaviany