Indahnya Kolam Susuk Atambua, Tampak Eksotis saat Kena Sinar Matahari

Vien Dimyati ยท Selasa, 16 April 2019 - 06:06 WIB
Indahnya Kolam Susuk Atambua, Tampak Eksotis saat Kena Sinar Matahari

Kolam Susuk di Atambua terlihat indah dan disukai wisatawan. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Kolam Susuk yang berada di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memang terlihat indah. Apalagi ketika burung-burung laut putih berkaki panjang terbang melintasi kolam yang tidak terlalu dalam. Di sekitar kolam terdapat beberapa tambak bandeng. Paling seru memancing di sini atau sekadar duduk santai di gazebo menikmati pemandangan sekitar danau.

"Aslinya bernama Kolam Susuk, dari nama inilah band legendaris Indonesia 'Koes Plus' dapat inspirasi untuk lirik lagunya 'bukan lautan, hanya kolam susu...' Semuanya terlihat cantik, tak heran kalau Koes Plus mengadaptasinya menjadi lagu. Kalau kamu, sering mencari inspirasi ke mana?" tulis Instagram @pesonaid_travel, Selasa (16/4/2019).

Kolam Susuk memang sudah terkenal sejak dulu. Keelokannya sudah memikat hati anggota Koes Plus saat band tersebut mengunjungi Atambua pada 1971. Bahkan, Kolam Susu yang ada dalam lagu Koes Plus terinspirasi oleh destinasi wisata yang ada di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu ini.

Asal muasal nama Kolam Susuk berdasarkan legenda yang sudah dikenal masyarakat setempat. Kolam Susuk sendiri berarti kolam nyamuk. Pemandangan di sini terlihat indah. Kolam danau yang besar dan alami dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi. Seolah melindungi keasrian Kolam Susuk.

Di sekitar kolam juga terdapat pohon kedondong hutan dan bakau. Di atas puncak bukit yang membentuk kolam tersebut telah dipasang sebuah pigura raksasa bertuliskan Kolam Susuk. Di lembah bukit yang menghadap ke arah kolam juga sudah dibangun rumah-rumah payung sebagai tempat berteduh dari terik matahari.

Kolam Susuk menjadi magnet para turis karena memiliki ciri khas pada tanahnya yang berwarna putih. Jadi jika terkena pancaran cahaya sinar matahari, air yang ada di kolam akan menjadi putih layaknya air susu.

Karena keindahannya itu, Kolam Susuk pernah dijadikan lokasi syuting film berjudul ‘Tanah Air Beta’ pada 2009 yang disutradarai oleh Ari Sihasale, serta film "Atambua 39°C" pada 2012 yang disutradarai oleh Mira Lesmana. Kolam yang juga kaya akan ikan, udang, kepiting ini juga menjadi salah satu objek wisata pada acara internasional Sail Komodo pada 2013.

Jarak tempuh dari Atambua menuju Kolam Susuk sekitar 40 menit menggunakan kendaraan roda empat. Kolam Susuk bukan satu-satunya tempat wisata alternatif di Atambua. Di dekat Kolam Susuk terdapat Teluk Gurita, salah satu dermaga penyeberangan di Kabupaten Belu. Jarak antara Kolam Susuk dan Teluk Gurita tidak begitu jauh, hanya sekitar tiga kilometer.


Editor : Tuty Ocktaviany