Kuliner Jadi Sektor Menjanjikan bagi Pariwisata Aceh, Ini Buktinya

Vien Dimyati ยท Senin, 08 Juli 2019 - 17:38 WIB
Kuliner Jadi Sektor Menjanjikan bagi Pariwisata Aceh, Ini Buktinya

Kuliner khas Aceh banyak diminati banyak wisatawan. (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak hal menarik di Provinsi Aceh yang dapat memikat wisatawan untuk berkunjung. Selain memiliki keindahan alam, deretan kuliner khas Aceh juga paling banyak diincar wisatawan.

Untuk membawa kuliner khas Tanah Rencong ini makin dikenal, Aceh mempromosikan keragaman kuliner sebagai daya tarik wisata di daerahnya.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuti mengatakan, Aceh memiliki potensi luar biasa di sektor kuliner karena narasi dan gaya cerita yang kuat tentang kuliner Aceh.

“Kuliner Aceh merupakan suatu proses rangkaian dari proses hulu ke hilir. Sebab, komersialisasinya bisa dimulai dari wisata agrikultur, wisata organik, wisata pendidikan, wisata sejarah, sampai wisata membuat makanan,” kata Esthy saat pembukaan gelaran Aceh Culinary Festival (ACF) di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Jumat 5 Juli 2019.

Dalam portofolio pariwisata selama ini, sektor kuliner menyumbang sekitar 30-40 persen pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38 persen terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69 persen.

"Kalau kuliner dibina dengan baik, semua aspek akan tersentuh. UMKM tersentuh, pariwisata, budaya juga tersentuh. Sangat luas pengaruhnya. Apalagi sektor perekonomian," ujar Esthy.

Pada kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Helvizar Ibrahim mengatakan, sektor kuliner menjadi salah satu potensi yang menjanjikan bagi pariwisata Aceh.

Pengaruhnya juga besar, misalnya mi Aceh, kopi Gayo, ayam tangkap, dan berbagai jenis makanan lainnya yang memengaruhi kuliner di luar Aceh.

"Bahkan hingga di Indonesia bagian timur pun, mi Aceh disukai masyarakat luas. Kopi Gayo yang telah mendunia. Itu semua menjadi bagian budaya dan tradisi Aceh. Sebuah identitas yang harus dimaksimalkan untuk mendukung pariwisata," ujar Helvizar.

Helvizar mengatakan, gelaran ACF kali ini begitu meriah, tercatat selama tiga hari pelaksanaan, ACF dikunjungi lebih dari 62 ribu orang.

“Saat ini perputaran uang sudah mencapai Rp4,1 miliar dengan penjualan tertinggi tenan Rp70 juta dan penjualan terendah tenan Rp3,5 juta selama pelaksanaan acara,” katanya.

Sementara itu, pakar kuliner Chef William Wongso yang hadir dalam ACF 2019 yang diselenggarakan pada 5-7 Juli 2019 itu ikut angkat bicara tentang masakan Aceh yang memiliki cita rasa kuat dalam setiap menunya.

“Membicarakan kuliner Aceh itu selalu menyenangkan. Karena sangat kuat cita rasa yang dihadirkannya. Ada asam, gurih, dan pedas. Belum lagi kekuatan rempahnya yang sangat luar biasa. Ragam olahannya banyak. Ini menjadi keunggulan tersendiri dari kuliner Aceh," ujarnya.


Editor : Tuty Ocktaviany