Liburan Natal ke Bali, Incar Taman Kerta Gosa Bekas Kerajaan Klungkung

Vien Dimyati ยท Senin, 24 Desember 2018 - 12:38 WIB
Liburan Natal ke Bali, Incar Taman Kerta Gosa Bekas Kerajaan Klungkung

Taman Kerta Gosa jadi destinasi pilihan wisatawan. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Bali tidak melulu harus ke pantai. Ada banyak destinasi menarik untuk dijelajahi di Bali. Salah satu objek wisata yang dapat dikunjungi adalah Taman Kerta Gosa. Taman indah yang merupakan bekas peninggalan kerjaan Klungkung.

Objek wisata Taman Kerta Gosa dulunya adalah bagian dari komplek bangunan kerajaan Klungkung. Kompleks kerajaan Klungkung dibangun pada 1686 oleh pemegang kekuasaan pertama, yaitu Ida I Dewa Agung Jambe. Namu, pada 1908, hampir semua bangunan kerajaan Klungkung hancur karena invasi kolonial Belanda.

Sebagai bekas kerajaan, Klungkung memiliki banyak peninggalan yang saat ini menjadi objek wisata. Salah satunya, Kerta Gosa, peninggalan budaya Kraton Semarapura Klungkung. Lokasi bangunan ini terletak di tengah-tengah jantung Kota Klungkung, berdekatan dengan Puri Agung Klungkung. Kabupaten Klungkung sendiri merupakan wilayah kabupaten terkecil di Bali.

Kerta Gosa adalah bangunan terbuka (bale), bagian dari kompleks Puri Semarapura yang telah direnovasi dan dilestarikan oleh pemerintah. Suasana kerajaan sangat terasa di tempat ini, semua tertata rapi dan bersih.

Dulu, fungsi dari Bale Kerta Gosa adalah tempat diskusi mengenai situasi keamanan, keadilan dan kemakmuran wilayah kerajaan Bali, juga sebagai tempat pengadilan di Bali.

"Kerta Gosa punya sejarah unik yang sampai kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawannya. Bangunan yang sangat kental dengan unsur tradisional Bali, dan lukisan-lukisan penuh makna siap menemanimu berkeliling di sana. Tak jarang tempat ini dijadikan lokasi prewedding bernuansa Bali. Untuk lokasinya berada di Kabupaten Klungkung, sekitar 40 km dari pusat Kota Denpasar," tulis Instagram @Pesonaid_Travel, Senin (24/12/2018).

Objek wisata Kerta Gosa terdiri dari dua bangunan, yaitu Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang. Fungsi dari kedua bangunan terkait erat dengan fungsi pendidikan lewat lukisan-lukisan wayang. Daya tarik taman Kerta Gosa adalah arsitektur bangunan yang mencirikan arsitektur khas Bali abad 17.

Keindahan arsitektur terutama terlihat pada bangunan Bale Kambang, yang dikelilingi kolam yang disebut Taman Gili. Karena terdapat kolam mengelilingi Bale Kambang, maka untuk dapat memasukai area bangunan Bale Kambang, pengunjung akan melewati jembatan dari batu bata.

Keunikan dari bangunan Bale Kambang dan Bale Kerta Gosa, ada pada langit-langit atap bangunan. Terdapat lukisan Wayang yang mengambarkan kasus yang disidangkan, serta jenis hukuman yang akan diterima jika melakukan kesalahan.

Lukisan Wayang tersebut juga menceritakan hukum Karma Pahala. Hukum sebab akibat dari baik buruknya perbuatan manusia, yang dilakukan selama hidupnya. Lukisan Wayang juga menggambarkan penjelmaan kembali manusia ke dunia untuk menebus dosa dari perbuatannya (reinkarnasi).

Lukisan-lukisan wayang yang ada di langit-langit bangunan Kerta Gosa merupakan hasil karya klasik gaya seni wayang Kamasan. Bahkan sampai sekarang, Desa Kamasan masih melestarikan gaya seni lukis tradisional ini.

Daya tarik lainnya adalah ornamen ukiran-ukirannya yang indah dan mengagumkan. Terdapat pula museum yang tak kalah ramai dikunjungi wisatawan. Museum ini menyimpan benda bersejarah peninggalan kerajaan Klungkung, dan benda yang digunakan oleh pengadilan adat tradisional Bali pada zaman dulu.

Kerta Gosa sudah terkenal hingga ke mancanegara sehingga mampu menarik wisatawan asing setiap harinya. Wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung akan dikenakan biaya tiket masuk Rp12.000 per orang. Sudah termasuk sarung dan selendang yang akan dipakai sebelum memasuki areal taman Kerta Gosa Klungkung.

Lokasi objek wisata Kerta Gosa, kira-kira 40 km ke arah timur dari Denpasar. Tepat berada di depan kantor Bupati Kabupaten Klungkung. Anda bisa sewa mobil di Bali jika dari bandara mengambil jurusan ke Timur, lewat jalan Ida Bagus Mantra, belok ke Utara menuju pusat kota.


Editor : Tuty Ocktaviany