Lombok Jadi Tuan Rumah The 6th Asia Pacific Geoparks Network Symposium 2019

Siska Permata Sari ยท Rabu, 04 September 2019 - 20:36 WIB
Lombok Jadi Tuan Rumah The 6th Asia Pacific Geoparks Network Symposium 2019

Pesona Gunung Rinjani di Lombok yang mendunia. (Foto: Rinjaninationalpark)

MATARAM, iNews.id - Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditunjuk untuk menjadi lokasi The 6th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019. Hal ini dinilai dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Lombok.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan, dijadikannya Lombok sebagai lokasi APGN 2019 sangat berarti bagi masyarakat NTB.

"Agenda ini akan menjadi sejarah bagi masyarakat NTB, dan sebagai pendorong untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki oleh daerah," tutur Zulkieflimansyah di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa 3 September 2019.

Meski beberapa kali gempa besar dan gempa kecil melanda kawasan ini, namun masyarakat NTB tetap terus berupaya bangkit membangun daerahnya kembali. Dengan Lombok menjadi tuan rumah APGN, kata dia, merupakan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat NTB itu kuat. Apalagi, kawasan Rinjani telah ditetapkan sebagai Geopark Global oleh UNESCO.

Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin yang mengungkapkan alasan mengapa Lombok dipilih sebagai lokasi APGN 2019.

Dia mengatakan, hal ini berdasarkan hasil kesepakatan para peserta simposium APGN kelima di Zhijindong. Selain itu, tambah dia, juga upaya menghargai ditetapkannya Rinjani sebagai Geopark Global oleh UNESCO.

"Selain Rinjani yang telah ditetapkan sebagai Global Geopark oleh UNESCO, juga ada beberapa tempat lain di Indonesia yang akan menyusul seperti Danau Toba dan Belitung," tutur dia.

Menurutnya, kendala untuk mempertahankan Geopark di antaranya sejumlah persyaratan yang harus dijaga dan dinilai setiap empat tahun sekali oleh lembaga dunia seperti UNESCO.


Editor : Tuty Ocktaviany