Mengenal Banggai, Pulau Mungil di Sulteng Incaran Pemancing Dunia

Vien Dimyati ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 14:29 WIB
Mengenal Banggai, Pulau Mungil di Sulteng Incaran Pemancing Dunia

Keindahan Kabupaten Banggai (Foto: )

JAKARTA, iNews.id - Selalu saja ada hal menarik untuk dieksplor ketika travelling ke Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Mulai dari pegunungan, air terjun, hingga beberapa hewan endemik dan langka memiliki daya pikat tersendiri. Tetapi, siapa sangka pulau mungil ini memiliki keindahan laut yang memesona. Bahkan, Kabupaten Banggai kerap menjadi incaran para pemancing kelas dunia.

Maka dari itu, untuk pertama kalinya Kabupaten Banggai dijadikan sebagai tempat diselenggarakannya event Indonesian Fishing Tournament/Festival (IFTF) 2018. Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan meluncurkan event IFTF 2018 pada 8-9 Desember 2018.

"Festival ini menjadi prospek luar biasa ke depannya dalam mendatangkan wisatawan mancanegara. Satu hari, turis bisa keluarkan $1.000 dolar AS," kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo dalam jumpa pers IFTF 2018, di Kemenpar Jakarta, Senin 4 Desember 2018.

Menurut Indroyono, panitia telah menetapkan zona pemancingan di Banggai itu latitude 1º 33.302’ s dan longitude 122º38.512’e. Zona yang sudah dipetakan ini untuk memberikan kepastian bagi wisatawan dan pemangku kepentingan lainnya sebagai zona memancing serta akan dipromosikan sebagai destinasi wisata memancing.

"Launching IFTF 2018 ini akan menjadi genderang awal, Kemenpar dan instansi terkait lain mulai mengembangkan wisata mancing sebagai salah satu kegiatan yang dapat memberikan nilai ekonomi serta pemasukan devisa dari kegiatan pariwisata," katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Banggai Herwin Yatim mengatakan, festival memancing internasional ini dapat mempromosikan pariwisata Banggai yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Traveler yang datang berkunjung tak hanya dapat memancing saja. Tetapi dapat menjelajahi objek wisata di Banggai.

"Posisi kami sangat strategis sekali, karena berada di perairan perikanan di Indonesia. Banggai memiliki berbagai macam jenis ikan mulai dari salmon, napoleoon, bahkan ikan endemik air tawar dan laut," kata Herwin Yatim.

Menurut Herwin, spot memancing akan dilakukan di reef montop. Reef Montop merupakan spot terpopuler di Banggai untuk memancing. Spot ini berada di Selat Tolo dan Teluk Peling. Peserta memancing yang tiba di Luwuk akan dibawa ke Pantai Tou yang harus ditempuh 1,5 jam. Akan ada 60 unit kapal yang dipersiapkan untuk memancing. Masing-masing kapal berisi 10 orang.

Jika traveler tertarik untuk berwisata ke Banggai, Anda dapat menemukan berbagai destinasi wisata menarik. Di Pantai Peling, Anda dapat menemukan Burung Maleo, Burung Gagak, hingga Tarsius. "Ini merupakan hewan-hewan langka yang tidak semua daerah punya," katanya.

Saat ini pemerintah juga mulai memetakan destinasi-destinasi yang belum termanfaatkan oleh kegiatan wisata bahari lain seperti diving, kayaking, snorkeling, surfing atau pemanfaatan perikanan lain sebagai destinasi mancing nasional.

"Untuk mewujudkanIndonesia sebagai desinasi wisata macing kelas dunia, saat ini Kemenpar bersama KKP tengah melakukan finalisasi draf Pedoman Wisata Memancing (Recreational Fishing),” kata Indroyono Soesilo.

Kegiatan wisata memancing, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Pariwisata No.10 Tahun 2009, adalah salah satu produk wisata bahari. Namun, dalam perkembangannya wisata memancing tertinggal dengan wisata menyelam (diving).

Wisata diving telah dipetakan destinasinya di seluruh Tanah Air dan sejumlah spot diving telah ditetapkan sebagai kelas dunia. Wisata diving juga telah gencar dipasarkan dan dipromosikan ke mancanegara.

Seperti diketahui, Indonesia tahun lalu menggelar turnament mancing internasional yaitu Widi Internasional Fishing Tournament (WIFT) 2017 yang berlangsung di Pulau Widi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Turnamen WIFT 2017 yang berlangsung pada Oktober 2017 ini mengikuti standar internasional yang ditetapkan oleh Internasional Game Fish Association (IGFA) dan The Billfish Foundation (TBF). Turnament WIFT 2017 yang memperebutkan Piala Presiden ini diikuti sekitar 1.500 peserta, 175 di antaranya dari mancanegara antara lain Jepang, Australia , Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Amerika, dan Eropa.

Turnamen hasil kolaborasi Kemenpar, KKP, Pemprov Maluku Utara, dan para komunitas pemancing Indonesia itu berhasil mengangkat Pulau Widi sebagai destinasi mancing kelas dunia. Pulau Widi dikenal sebagai sarang ikan tuna gigi anjing atau dogtooth tuna dan ikan jenis ini paling banyak diburu para penghobi atau maniak mancing dari seluruh dunia.


Editor : Vien Dimyati