Mengenal Pangek Pisang, Kuliner Minang yang Jarang Ditemukan dan Rasanya Lezat

Vien Dimyati ยท Kamis, 25 Juli 2019 - 22:23 WIB
Mengenal Pangek Pisang, Kuliner Minang yang Jarang Ditemukan dan Rasanya Lezat

Lezatnya Pangek Pisang khas Minang. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Manisnya pisang dan gurihnya santan dapat Anda rasakan di makanan khas Solok, Sumatera Barat ini. Selain unik, kudapan tradisional ini terbilang sulit ditemukan.

Pasalnya, hanya ada saat momen tertentu saja seperti kendurian adat, pesta penikahan, ataupun hantaran menantu untuk mertua menjelang lebaran. Jarang ada yang menjualnya, bahkan di kota asalnya sekalipun.

Dalam bahasa Minang, pangek artinya gulai yang dimasak hingga mengental. Umumnya digunakan untuk lauk seperti Pangek Ikan Mas, Pangek Padeh Ayam. Uniknya, hanya makanan ini yang menggunakan kata pangek untuk dipadukan dengan pisang

"Jika Anda menemukan makanan yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) ini, berarti Anda sedang di Solok Selatan. Pangek Pisang memang menjadi makanan khas Kabupaten Solok Selatan. Saat ini, Pangek Pisang hanya dapat ditemui saat acara tertentu. Tapi, Anda tetap bisa menikmati makanan ini jika berkunjung dan bermalam di Rumah Gadang," tulis Instagram @kuliner.minang, Kamis (25/7/2019).

Jika Anda penikmat panganan olahan pisang, Anda wajib mencoba Pangek Pisang khas Ranah Minang ini. Berbahan dasar pisang batu atau pisang kepok yang dicampur dengan santan kelapa, kunyit, serta bumbu lainnya. Mengolah pangek pisang cukup mudah. Pisang kepok terlebih dahulu dikupas, dicuci dengan air bersih dan kemudian direbus beserta santan, kunyit, gula dan ditambah daun pandan sebagai penambah aroma.

Semua bahan direbus kurang lebih satu jam. Setelah pisang dirasa sudah lunak dan warna sudah berubah menjadi kuning, Pangek Pisang dapat diangkat dan siap untuk disajikan. Biasanya, Pangek Pisang disajikan dengan lopis atau ketan, baik ketan putih ataupun ketan hitam.

Tapi di daerah Solok Selatan, kudapan ini dihidangkan dengan nasi lamak, yang dibuat dari beras ketan yang dibumbui dengan kunyit dan santan, dan dikukus sampai matang. Perlahan, gurihnya Pangek Pisang sudah bisa dinikmati tanpa harus menunggu acara-acara penting. Kudapan ini kini mulai diperkenalkan ke khalayak sebagai wisata kuliner.


Editor : Tuty Ocktaviany