Mengintip Keunikan Perkampungan Suku Bajo Wakatobi, Hidup Terapung di Laut

Vien Dimyati ยท Kamis, 07 November 2019 - 14:59 WIB
Mengintip Keunikan Perkampungan Suku Bajo Wakatobi, Hidup Terapung di Laut

Perkampungan Suku Bajo Wakatobi bikin penasaran wisatawan. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews - Bagi pencinta petualangan, destinasi yang ada di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini wajib untuk dikunjungi. Tak sekadar menyuguhkan pemandangan alam yang cantik, di sini Anda bisa melihat langsung kehidupan Suku Bajo yang terkenal itu.

Suku Bajo disebut sebagai “Orang Laut”, “Sama Bajau” atau lebih sering dikenal dengan manusia “Gipsy Sea”. Mereka terbilang unik. Tidak sedikit yang menyebut mereka primitif. Tapi, mereka memiliki ilmu dan pengetahuan navigasi laut yang sangat maju.

Suku Bajo terkenal sebagai pelaut ulung dan tinggal tersebar di berbagai pelosok Indonesia, dari Sulawesi hingga Papua dan NTT. Sebagian kecil suku ini tersebar di Filipina dan Malaysia.

Sebagian besar ada di perairan Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Nusa Tenggara (Lombok, Flores, Sumba, Sumbawa), Jambi, dan Riau. Dari banyaknya tempat yang pernah mereka tinggali, dapat disimpulkan bahwa Suku Bajo memang dulunya hidup dengan cara nomaden.

Sudah banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang ramai mengunjungi desa ini untuk melihat dan berkenalan langsung dengan Suku Bajo. Rumah-rumah seperti tertancap di laut. Rapi dan memanjang menyusuri pantai. Sungguh, pemandangan yang khas dari desa ini.

"Rumah terapung di atas air. Menakjubkan, bukan? Ya beginilah Indonesia, indah dan tak terlukiskan dengan sepanjang apa pun baris puisi. Wakatobi, Suku Bajo, dan desa terapung ini hanyalah serpihan surga wisata di Sulawesi Tenggara. Cantik alamnya dan daya pikat kehidupan Suku Bajo akan membentuk kisah yang menarik. Nah, Sobat Pesona kapan mau memulai cerita perjalanan ini?" tulis Instagram @pesonaid_travel, dikutip Kamis (7/11/2019).

Kampung Bajo merupakan salah satu destinasi wisata budaya untuk wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi. Pemerintah setempat sengaja menjadikan tempat ini sebagai Wisata Kampung Bajo atau Kampung Bajo Mola. Kampung Bajo berada tak jauh dari daratan. Pemukiman Suku Bajo dibangun di atas laut.

Mereka tinggal di dalam Rumah Tanjap yang dibangun di atas timbunan karang dan terhubung dengan jembatan yang terbuat dari kayu. Jembatan ini menjadi penghubung mereka ke daratan. Ini yang membuat mereka seakan terasing dari masyarakat pulau yang berada di daratan. Namun, kehidupan mereka tetap harmonis dan bersih.

Keramahan masyarakat Suku Bajo membuat Anda merasa sangat diterima jika berkunjung ke sini. Keramahan anak-anak hingga orang dewasa Suku Bajo tidak akan terlupakan ketika mendatangi suku ini. Bahkan, anak-anak Suku Bajo tidak ragu mengajak kita untuk berfoto bareng.

Para ibu-ibu Suku Bajo pun menawarkan untuk memakaikan bedak beras di muka kita. Tak hanya itu, ibu-ibu Suku Bajo juga mengajak pendatang atau wisatawan untuk memasak kompak dengan cara tradisional dan membersihkan perahu kayu dengan api.

Wisatawan yang datang ke tempat ini dapat melihat dengan mudah keindahan matahari tenggelam (sunset) tanpa terhalang daratan. Kampung Bajo merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset di Wakatobi.

Pengunjung dan wisatawan juga dapat dengan mudah menikmati makanan laut mulai dari ikan, udang, sampai lobster segar. Rata-rata di bagian bawah rumah Suku Bajo terdapat penangkaran ikan. Penangkaran ikan jadi semacam lumbung ikan yang mereka tanam di bawah rumah. Jadi kalau mereka mau makan, tinggal ambil di lumbung mereka.

Untuk bisa tiba di Kampung Terapung tempat tinggal Suku Bajo, Anda harus melakukan perjalanan laut selama 1,5 jam dengan menggunakan speedboat dari Wanci.


Editor : Tuty Ocktaviany