Miliki Potensi Wisata Crossborder, Kepri Incar 4 Juta Wisman di 2019

Vien Dimyati ยท Kamis, 11 April 2019 - 22:18 WIB
Miliki Potensi Wisata Crossborder, Kepri Incar 4 Juta Wisman di 2019

Kepulauan Riau incar empat juta wisman di 2019. (Foto: Kemenpar)

BATAM, iNews.id - Wilayah perbatasan (crossborder) belakangan menjadi perhatian pemerintah. Sebab, melalui pintu perbatasan ini potensi mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) cukup tinggi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa mencapai empat juta orang sepanjang 2019. Target tersebut meningkat dari realisasi 2018 sebanyak 2,5 juta kunjungan.

“Target Kepri empat juta wisman naik 25 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional 12 persen. Kemenpar akan bantu salah satunya dengan program hot deals yang tahun lalu sukses terjual 700 ribu pax. Tahun ini tagetnya satu juta pax,” kata Arief Yahya seusai VITO Annual Meeting di Radisson Hotel, Batam, Kepuluan Riau, Rabu 10 April 2019.

Namun, target satu juta package hot deals tersebut dinilai Menpar Arief sebenarnya belum cukup bagi Kepri yang potensi untuk wisman pelintas batas (crossborder) sangat besar. Untuk itu, program menjadikan Singapura sebagai tourism hub bagi Kepri menjadi cara ampuh mendatangkan wisatawan.

“Kedua program itu adalah menjaring wisatawan atau ekspatriat yang ada di Singapura membeli hot deals. Serta menjadikan Singapura sebagai hub, kita attracts ke Indonesia,” ujar Arief Yahya.

Untuk menyiasati hal itu, Menpar Arief Yahya mengajak Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) dari 16 negara di 20 kota yang hadir saat VITO Annual Meeting bersama-sama membuat strategi untuk menjadikan Singapura sebagai tourism hub.

“Setiap VITO memahami bagaimana cara menjual paket pariwisata sesuai dengan karakteristik negara masing-masing, serta dapat membangun hubungan baik dengan pihak terkait,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menpar Arief Yahya juga mengenalkan member VITO paling baru yang berasal dari Thailand. Pemilihan pembentukan VITO di Thailand juga berdasarkan hasil devisa yang didapatkan negara Gajah Putih itu dari sektor pariwisata.

“Saya putuskan kita punya VITO di Thailand, kita harus menyadari banyak turis di Thailand dan pendapatan devisa pariwisata Thailand paling tinggi di ASEAN," katanya.


Editor : Tuty Ocktaviany