Selain Bali dan Yogya, Deretan Destinasi Ini Bakal Pikat Turis India

Vien Dimyati ยท Selasa, 29 Januari 2019 - 15:52 WIB
Selain Bali dan Yogya, Deretan Destinasi Ini Bakal Pikat Turis India

Keindahan Bali (Foto: Holiday Weekly Pakistan)

JAKARTA, iNews.id - Sudah tidak dipungkiri jika Pulau Dewata Bali selalu menjadi destinasi primadona yang selalu dikunjungi. Termasuk dikunjungi turis asal India.

Karena India merupakan pasar potensial, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan akan mempromosikan beberapa destinasi wisata menarik lain di Indonesia, seperti Yogyakarta, Solo, Kepulauan Riau (Kepri), dan lainnya. Perlu diketahui, India menjadi salah satu pasar potensial bagi Indonesia. Jumlah wisatawan Negara 'Anak Benua' itu tercatat memiliki grafik positif.

Pada 2012, tercatat ada sebanyak 196.983 kunjungan wisatawan India ke Indonesia. Namun menurut data resmi terbaru dari Badan Statistik Indonesia (BPS) jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat menjadi 535.550 pada Januari hingga November 2018.

Tahun 2019, Kemenpar menargetkan bisa menarik 800 ribu wisatawan India ke Indonesia. Melihat potensi itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar melakukan promosi. Salah satunya dengan mengikuti Outbound Travel Mart (OTM) di Bombay Exhibition Center, Mumbai yang diselenggarakan pada 23-25 Januari 2019 lalu.

“Selama tiga hari pameran. Total jumlah potential pax yang didapatkan sebanyak 14.935 pax. Dengan jumlah total potensial transaksi sebesar US$26.403.050 atau senilai Rp396.045.750.000,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya, melalui keterangan resmi yang diterima Selasa (29/1/2019).

Pada 2019, Kemenpar dengan brand Wonderful Indonesia mendapat penghargaan sebagai Best Decoration Award di OTM 2019 dan juga berperan sebagai Premium Partner Country. Ini berarti, dalam pameran tersebut, Wonderful Indonesia mendapatkan lebih banyak keistimewaan dan exposure.

Indonesia membawa 37 industri pariwisata yang terdiri dari hotel, DMC, restoran, maskapai penerbangan, dan lain-lain. Dalam rangka meningkatkan partisipasi dalam event tersebut, Indonesia membawa rombongan budaya terbaik yang terdiri dari penari dan pakar kopi Indonesia.

“Pada 2018, pasar India masuk dalam lima pasar terbesar penyumbang wisman ke Indonesia, setelah China, Eropa, Australia, dan Singapura. China menempati urutan teratas  dengan 2,2 juta wisman dan pertumbuhan tertinggi mencapai 42%,” ujar Nia.

Untuk mencapai target wisman India pada tahun ini, pemerintah tak bisa hanya mengandalkan penerbangan langsung saja. Hal Itulah mengapa pihaknya menjadikan negara tetangga Malaysia dan Singapura sebagai simpul penghubung (hub) regional. Nia mengestimasikan ada setidaknya satu juta wisman India yang berada di kedua hub tersebut setiap tahunnya.

“Kami akan tetap memanfaatkan Singapura dan Malaysia sebagai hub regional. Wisman India yang berkunjung ke Singapura dan Malaysia kami gaet untuk meneruskan berlibur ke Batam, Bintan, dan Jakarta,” ujarnya.

Nia juga mengungkapkan, wisman India yang berkunjung ke Indonesia didominasi anak muda usia sekitar 25 tahun. "Pengeluaran rata-rata sebesar US$900 hingga US$1.200 per kunjungan, dengan lama tinggal rata-rata 7-10 hari,” ujarnya.

Dalam OTM 2019, Wonderful Indonesia terus berusaha memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata, selain Bali. Tidak dapat disangkal, Bali merupakan tujuan destinasi wisata favorit di Indonesia bagi wisatawan India. Sekitar 60 persen wisatawan India datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali.

“Bali terus menjadi tujuan favorit mengingat jarak yang relatif dekat sebagai faktor utama. Oleh sebab itu, destinasi lain bisa juga menjadi menarik bagi wisatawan India dengan alam dan petualangannya serta atraksi budaya Indonesia," ujar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional 3, Sigit Witjaksono.

Kementerian Pariwisata telah merancang 10 Destinasi Wisata Branding yang dapat dinikmati wisatawan India, yaitu: Bandung, Bali, Jakarta, Kepri, Joglosemar (Yogya-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.


Editor : Vien Dimyati