Tersembunyi di Ujung Kulon, Seru Jelajahi Sungai Cigenter Mirip Amazon

Vien Dimyati ยท Rabu, 01 Mei 2019 - 05:40 WIB
Tersembunyi di Ujung Kulon, Seru Jelajahi Sungai Cigenter Mirip Amazon

Serunya jelajahi Sungai Cigenter yang mirip Amazon. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Sungai yang berada di Ujung Kulon ini kerap disebut Amazonnya Indonesia. Sungainya cantik berwarna hijau, masih alami dan terawat. Berwisata ke sini, Anda akan disuguhi nuansa mencekam sekaligus memacu adrenalin.

Sungai ini memiliki arus yang cukup tenang. Tumbuhan hijau di tepian sungai seperti hutan mangrove menjadi teman perjalanan saat menyusuri sungai ini. Sesekali akan terlihat hewan-hewan liar yang hidup di sekitar sungai, ular yang melilit di ranting pohon maupun buaya yang tiba-tiba menyembul ke permukaan air.

"Sangat menantang bukan? Tak perlu khawatir, kamu tak akan sendirian menyusuri sungai. Akan ada pemandu yang siap menemani kita menyusuri sungai menggunakan perahu kano atau jukung. Demi kenyamanan, ikuti aturan yang ada ya, Sobat!" tulis Instagram @pesonaid_travel, Rabu (1/5/2019).

Ujung Kulon memang memiliki berbagai destinasi wisata yang indah. Salah satunya Sungai Cigenter. Sungai ini masuk dalam kawasan Cagar Alam Ujung Kulon, Provinsi Banten. Tepatnya di wilayah Pulau Handeleum yang memiliki luas mencapai 200 hektare.

Anda tidak bisa sembarangan mengarungi sungai yang memiliki kedalaman mencapai enam meter ini. Harus melapor terlebih dahulu ke pihak kepolisian hutan di Pulau Handeleum. Memasuki Sungai Cigenter, Anda akan diangkut menggunakan perahu kayu. Setelah itu, dilanjutkan dengan kano atau jukung berkapasitas empat hingga enam orang.

Jika beruntung, sesekali gerombolan kera terlihat mengintip. Kadang mereka akan melompat dari pohon yang satu ke pohon lainnya. Mendayung di Sungai Cigenter, sebaiknya secara perlahan. Biarkan arus sungai membawa Anda, sembari menikmati suasana sungai yang alami.

Setelah puas menyusuri Sungai Cigenter, Anda bisa langsung ke Pulau Peucang. Pantainya putih dengan arus ombak yang tenang. Di ujung pulau ini juga ada Karang Copong. Karang yang bolong di tengahnya oleh hembusan laut Samudera Hinda. Lokasi ini juga tempat favorit penyelam profesional untuk diving.

Sekitar lima menit perjalanan menggunakan perahu dari Pulau Peucang, terdapat taman penggembalaan Cidaon yang luasnya mencapai sembilan hektare. Di tempat ini, Anda bisa berinteraksi menyaksikan hewan liar seperti banteng, burung merak, dan burung rangkong. Waktu paling tepat menikmati pemandangan langka ini adalah pagi hari dari pukul 06.00-09.00 WIB atau sore hari pukul 16.00-18.00 WIB.

Tak lengkap rasanya jika ke ujung pulau Jawa ini tanpa menikmati indahnya matahari tenggelam. Di laut Tanjung Layar, Anda bisa menikmati indahnya panorama matahari tenggelam di lautan luas Samudera Hindia.


Editor : Tuty Ocktaviany