Wisata di Yogya, Kunjungi Situs Kuno Bekas Kolam Pemandian Raja

Vien Dimyati ยท Senin, 15 April 2019 - 15:42 WIB
Wisata di Yogya, Kunjungi Situs Kuno Bekas Kolam Pemandian Raja

Mengunjungi situs kuno bekas kolam pemandian raja. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beberapa tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Tak hanya memiliki keindahan alam. Yogyakarta juga memiliki banyak berbagai bangunan bersejarah yang menyimpan banyak kisah.

Salah satunya Situs Warungboto. Situs tua yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta ini merupakan bekas pensanggrahan. Lebih dikenal sebagai tempat istirahat bagi raja dan ratu Keraton.

Pesanggrahan ini dilengkapi kolam pemandian. Satu di antaranya Pesanggrahan Rejowinangun atau dikenal sebagai Situs Warungboto. Situs ini dibangun pada 1877 sewaktu Sultan Hamengkubuwono II masih bergelar Putra Mahkota.

Hingga 1935, kolam pemandian di Situs Warungboto ini masih ramai digunakan masyarakat sekitar. Tapi setelah Indonesia merdeka, justru terlupakan. Padahal, fungsi tempat ini tak kalah indah dengan Tamansari.

"Hallo Visitors! Sudah hari Senin nih, jangan lupa rencanakan liburan akhir pekanmu yaa!! #visitjogja akan sharing salah satu tempat wisata yang merupakan tempat bersejarah di Yogya yaitu situs warungboto. Situs ini aslinya bernama pesanggrahan rejowinagun nih visitors, dulunya tempat pemandian/umbul atau mata air pada masa Sultan Hamengkubuwono I dan diteruskan pada masa pemerintah Hamengkubuwono ke II Situs Warungboto Yogya. Berlibur ke Situs Warungboto dengan orang tersayang yuk visitors!," tulis Instagram @visitjogja, Senin (15/4/2019).

Meski memiliki bentuk bangunan yang unik, situs ini masih sepi dengan pengunjung. Mungkin karena lokasinya yang agak jauh dari pusat Keraton Yogyakarta.

Dulu, situs ini berupa reruntuhan dan puing bangunan. Kemudian direnovasi pada 2016 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. Kemudian, bangunan ini mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Pesanggrahan ini dibangun di sisi barat dan timur sungai Gajah Wong dan membujur dari arah barat ke timur. Kompleks pesanggrahan terdiri dari pagar keliling dan bangunan pesanggrahan. Bangunan di sisi barat merupakan kompleks bangunan kamar dengan halaman teras dan kolam pemandian yang airnya berasal dari mata air (umbul).

Kolam pertama berbentuk lingkaran dengan diameter 4,5 meter dan di bagian tengahnya terdapat pancuran air atau umbul. Sedangkan di kolam kedua bebentuk bujur sangkar dengan ukuran 10 meter x 4 meter. Kedua kolam itu saling berhubungan.

Pesanggrahan ini juga memiliki struktur bangunan yang unik karena memiliki lorong-lorong, pintu dan jendela dengan aksen melengkung di sebagian atasnya. Tentu tempat ini memiliki daya tarik tersendiri. Jadi, jangan lewatkan untuk membawa kamera dan berburu spot menarik yang instagenik.


Editor : Tuty Ocktaviany