Wisata Instagenik di Gorontalo, Benteng Otanaha Ada di Atas Bukit

Vien Dimyati ยท Senin, 15 April 2019 - 17:47 WIB
Wisata Instagenik di Gorontalo, Benteng Otanaha Ada di Atas Bukit

Benteng Otanaha di Gorontalo jadi destinasi favorit wisatawan. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Kabupaten Gorontalo memiliki destinasi wisata sejarah yang mengagumkan. Namanya Benteng Otanaha. Bangunan yang berdiri di atas bukit ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit di kota berjuluk Serambi Madinah ini. Bahkan menjadi wisata Instagenik di kalangan traveler. Benteng ini dibangun oleh Raja Ilato pada 1522 Masehi.

Benteng Otanaha mempunyai tiga bangunan yang masing-masing diberi nama Otanaha sebagai benteng utama, Otahiya dan Ulupahu untuk benteng dua lainnya. Otanaha sendiri berasal dari bahasa setempat di mana Ota yang mempunyai arti benteng dan Naha yang merupakan nama anak dari Raja Ilato yang menemukan kembali benteng ini.

Benteng ini dibuat atas kesepakatan antara Raja Ilato dan Bangsa Portugis yang saat itu tiba di Gorontalo. Benteng dibuat dengan tujuan sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh. Namun, Portugis pada akhirnya tidak menganggap kesepakatan tersebut dan berniat mengambil alih kekuasaan di Gorontalo. Raja Ilato beserta masyarakat Gorontalo pun berperang melawan Portugis untuk mempertahankan wilayah Gorontalo. Setelah Portugis berhasil diusir dari Gorontalo, benteng ini digunakan sebagai benteng pertahanan oleh raja-raja selanjutnya.

"Ini bukan pintu Doraemon, ya! Ini adalah salah satu pintu dari tiga bangunan di kompleks Benteng Otanaha, Gorontalo. Letaknya di puncak bukit dan bersebelahan langsung dengan Danau Limboto yang juga hits di Gorontalo. Jadi kebayang 'kan, indahnya pemandangan dari benteng ini. Apalagi saat Danau Limboto sedang diserbu tanaman Eceng Gondok yang tumbuh dan semakin menambah kecantikannya. Siap-siap terpukau!" tulis Instagram @pesonaid_travel, Senin (15/4/2019).

Untuk mencapai benteng Otanaha, pengunjung harus mendaki 351 anak tangga. Namun tak perlu khawatir kelelahan, karena terdapat empat titik pesinggahan yang dapat digunakan untuk beristirahat. Anak tangga di setiap persinggahan tidak sama jumlahnya. Dari perjalanan awal sampai ke persinggahan pertama berjumlah 52 anak tangga, dari persinggahan pertama ke persinggahan kedua berjumlah 83 anak tangga. Sementara dari persinggahan kedua ke persinggahan ketiga berjumlah 53 anak tangga, dan dari persinggahan ketiga ke persinggahan keempat berjumlah 89 anak tangga. Untuk sampai ke benteng pun harus menaiki 71 anak tangga.

Jika tak mau menaiki anak tangga, Anda dapat menggunakan sepeda motor atau mobil hingga area parkir yang terletak tepat di bawah benteng utama. Hal unik lainnya yang terdapat di benteng ini adalah proses pembuatannya, batu-batu yang menjadi material utama untuk membangun benteng ini direkatkan dengan putih telur burung Maleo yang merupakan burung endemic Sulawesi.

Selain sebagai objek wisata sejarah, Benteng Otanaha juga menawarkan spot-spot yang bagus bagi para pengunjung yang gemar berfoto dengan latar Danau Limboto. Dari atas benteng, Anda akan disuguhi pemandangan sebagian wilayah Kota Gorontalo, khususnya permukiman warga di tepian Danau Limboto. Rumah beratap seng tampak dari atas, serta kendaraan yang berlalu lalang di jalanan juga tampak jelas. Dari benteng ini pula pemandangan utuh danau dari sisi barat bisa Anda saksikan.

Di tepi Danau Limboto, terdapat Museum Pendaratan Pesawat Amfibi Soekarno yang dapat dikunjungi setelah puas menikmati pemandangan sekitar Benteng Otanaha. Museum ini berjarak sekitar dua kilometer dari Benteng Otanaha. Terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, destinasi wisata ini bisa Anda capai dengan menggunakan transportasi umum becak motor (bentor) dengan waktu kurang lebih sekitar 20 menit atau delapan kilometer dari pusat Kota Gorontalo.


Editor : Tuty Ocktaviany