Wisata ke Embun Pelangi, Green Canyon ala Majalengka Diapit Dua Tebing Tinggi

Vien Dimyati ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 22:04 WIB
Wisata ke Embun Pelangi, Green Canyon ala Majalengka Diapit Dua Tebing Tinggi

Green Canyon ala Majalengka diapit dua tebing tinggi. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Lokasi air terjun yang terletak di punggung Gunung Ciremai ini kerap disebut Green Canyon-nya Majalengka. Berada di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, destinasi wisata alam ini menawarkan keindahan panorama air terjun dan aliran sungai yang diapit dua tebing tinggi. Pelangi juga sering muncul di sekitar air terjun.

Karena itu, air terjun ini dinamakan Embun Pelangi. Masyarakat Majalengka menyebutnya Curug Ibun. Kehadiran pelangi di sini bisa dilihat di dua waktu. Waktu pertama muncul dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB, sementara yang kedua dari pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kemunculannya bisa dilihat secara kasat mata. Tetapi, pelangi ini hanya muncul saat hari cerah.

"Ayo dolan ke sini. Air Terjun Embun Pelangi atau Ibun Pelangi ini berada di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Curug ini sering disebut curug Ibun. Curug ini cukup mudah untuk dijangkau. Selain melihat air terjun, kamu juga dapat menikmati panoram tebing batu yang mengapit Sungai Cilongkarang. Tag dan ajak teman kamu dolan ke sini. Foto dolan dari @akarifqulmaula. Inframe @ridzal.fdl_," tulis Instagram @Ayodolan, Selasa (6/8/2019).

Daya tarik lain dari destinasi ini ada pada dinding batunya. Dinding setinggi 20 meter membentuk lembah dengan sungai di dasarnya. Pada lapisan dinding terlihat guratan menyerupai alur air. Dinding batu tersebut selalu basah karena adanya rembesan air dari celah-celah dinding. Rembesan itulah cikal bakal terbentuknya Air Terjun Embun Pelangi.

Menuju tempat ini diperlukan waktu sekitar satu jam dari Kabupaten Majalengka melalui Kecamatan Maja. Jalan masuk ke Argapura sekitar 200 meter dari Pasar Maja. Jarak dari jalan besar menuju lokasi wisata sekitar tujuh kilometer. Anda akan melewati ladang sayur milik warga. Hati-hati saat menuruni tangga, karena cukup curam. Kecuramannya nyaris 90 derajat. Terdapat bambu sebagai pengaman dan pegangan tangan.


Editor : Tuty Ocktaviany

TAG : .