Wisata RI Dilirik ASEAN, Terbukti dari Transaksi Pariwisata di Travex

Vien Dimyati ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 20:28 WIB
Wisata RI Dilirik ASEAN, Terbukti dari Transaksi Pariwisata di Travex

Menteri Pariwisata Arief Yahya di acara Travex 2019. (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, iNews.id – Indonesia sebagai negara yang memiliki keindahan alam dan budaya yang menakjubkan. Pariwisata Indonesia pun mulai dilirik masyarakat ASEAN.

Hal itu terbukti dari penyelenggaraan Travel Exchange (Travex) 2019. Ini merupakan rangkaian Asean Tourism Forum (ATF) 2019 yang diikuti Kementerian Pariwisata. Bertempat di Ha Long Bay Vietnam selama 14-18 Januari 2019, Kemenpar mencatat meraih potensial transaksi mencapai Rp117,51 miliar.

Menempati booth seluas 180 sqm dengan tema ‘Konstruksi Kapal Phinisi’, Kemenpar memfasilitasi serta mempertemukan industri pariwisata Indonesia dengan pengunjung ATF 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama-sama dengan Dubes RI untuk Republik Sosialis Vietnam Ibnu Hadi juga menyempatkan bertemu industri pariwisata, wawancara media, serta mencoba berbagai aktivasi seperti mencicipi jamu tradisional dari Mixologist Indonesia.

Industri pariwisata yang difasilitasi di paviliun Indonesia terdiri dari 46 delegasi (20 full-delegates dengan online PSA system, 24 Co-delegates dan 2 accompanying person). Mereka berasal dari Bali, Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan NTB.

Tujuannya jelas, mempromosikan pariwisata Indonesia dan membangun jejaring melalui potensi kerja sama industri pariwisata antarnegara, sejalan dengan upaya mendukung pengembangan industri dalam negeri.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa di Jakarta mengatakan, Travex ATF yang dilaksanakan "B to B Session" dilakukan pada 17-18 Januari 2019 di Paviliun Indonesia.

Pada hari pertama 17 Januari 2019, tambahnya, total potensial transaksi yang dihasilkan sebesar Rp71,16 miliar (4.975.944 dolar AS). "Hasil tersebut diperoleh dari total appointment sebanyak 414, serta total pax 36.916," kata Rizki Handayani Mustafa, melalui keterangan resmi yang diterima iNews.id, Selasa (22/1/2019).

Sedangkan pada hari kedua Travex 18 Januari 2019, total potensial transaksi yang dihasilkan senilai Rp46,36 miliar (3.241.888 dolar AS) dari total appointment 244 dan total pax 23.400.

Berdasarkan hasil transaksi dari industri secara keseluruhan, tercatat total potensial transaksi pada ATF 2019 sebanyak Rp117.515.000.000 atau setara 8.217.832 dolar AS. Hal itu dicapai dari total 658 appointment dengan jumlah pax yang terjual sebanyak 60.316.

Pada tahun ini TRAVEX ATF 2019 digelar selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Januari 2019 dan dihadiri oleh lebih dari 1.500 delegasi internasional dan 400 internasional buyers, serta 100 media internasional.

"Ini adalah upaya untuk melanjutkan program Kemenpar mempromosikan Wonderful Indonesia. Kemenpar rutin mengikuti Travex ATF dan keikutsertaan kali ini untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di dunia, khususnya kawasan Asean," ujar Rizki Handayani.

Selain ‘B to B session’, aktivasi lainnya di Paviliun Indonesia berupa pelayanan informasi pariwisata, coffee and refreshment corner, spa corner, VR 360 corner, serta demo "membatik" dan carnival.


Editor : Tuty Ocktaviany