Mengenal Anastasia Amelia, Mahasiswi yang Jadi Dubber Film Kiko In The Deep Sea

Siska Permata Sari ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 17:57 WIB
Mengenal Anastasia Amelia, Mahasiswi yang Jadi Dubber Film Kiko In The Deep Sea

Anastasia Amelia jadi dubber film Kiko In The Deep Sea. (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - Pada Juli mendatang, film Kiko In The Deep Sea  yang diangkat dari serial animasi Kiko akan tayang di bioskop-bioskop kesayangan Anda. Ini menjadi momen pertama bagi MNC Animation untuk merilis sebuah film animasinya.

Tak hanya itu, ini juga hal yang mendebarkan bagi seorang mahasiswi bernama Anastasia Amelia. dIa adalah seorang dubber di film perdana MNC Animation ini.

Anastasia Amelia yang biasa DIpanggil Lia dan berkuliah di jurusan fashion designer ini adalah dubber di balik suara seorang Kiko sejak 2016.

Setelah MNC Animation merilis Poster & Trailer Kiko In The Deep Sea, Selasa 28 Mei 2019, nama Anastasia Amelia sering disebut-sebut dalam banyak pemberitaan.  Bagaimana tidak, perempuan cantik dengan multitalenta ini membuat banyak orang terheran-heran karena seorang perempuan dapat mengisi suara Kiko, bocah laki-laki yang super aktif.

Ternyata sebelum menjadi seorang dubber, Lia sempat ikut casting dan berhasil menyisihkan peserta-peserta lainnya untuk dubbing suara Kiko.

"Seperti peserta lainnya, aku juga ikut dalam audisi ini. Beberapa hari kemudian, aku mendapat kabar kalau aku lolos di tahap pertama. Seterusnya, aku diajak untuk casting ke produser dan sutradara Kiko dan aku mendapat peran Kiko. Saat perekaman, aku cukup deg-degan karena nge-dubbing suara Kiko adalah pengalaman pertama saya sebagai dubber," kata Lia, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (11/6/2019).

Karena ini menjadi pertama kalinya bekerja sebagai seorang dubber, Lia mengaku sempat jatuh sakit. "Dikarenakan tidak terbiasa dubbing, pernah loh, aku jatuh sakit dan suaraku hilang. Dikarenakan harus tetap profesional, aku coba sembuhin pakai kencur, air, dan obat. Hasilnya, aku bisa dubbing lagi keesokan harinya," kata Lia.

Menurut dia, hal yang paling sulit menjadi seorang dubber adalah menjaga suara. "Tenggorokan aku cukup sensitive, jadi wajib menjaga makan. Selain itu, banyak sekali makanan yang aku suka dan tidak boleh aku konsumsi," kata dia.


Editor : Tuty Ocktaviany