5 Pesan Kesehatan bagi Jamaah Haji, Salah Satunya Jangan Lupa Sarapan

Siska Permata Sari ยท Senin, 15 April 2019 - 12:16 WIB
5 Pesan Kesehatan bagi Jamaah Haji, Salah Satunya Jangan Lupa Sarapan

Masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah haji diingatkan jaga kesehatan. (Foto: Kemenkes)

GORONTALO, iNews.id - Haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan fisik yang kuat. Hal ini disebabkan banyaknya rukun dan wajib haji yang harus dilakukan, serta kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat ekstrem bila dibandingkan dengan Indonesia.

Kementerian Kesehatan selalu mengimbau jamaah haji Indonesia untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama di Tanah Suci. Imbauan kesehatan ini pula disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc pada acara ‘Sosialisasi Haji Sehat’ di Kota Gorontalo, Minggu 14 April 2019.

Ada lima hal yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh jamaah haji di Arab Saudi. Pertama, selalu membiasakan untuk sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke masjid atau melakukan kegiatan ibadah lainnya. Kedua, mengenakan sandal jika bepergian ke masjid dan dibawa dalam masjid. Selanjutnya, meminum air sesering mungkin, jangan menunggu haus. Berikutnya menggunakan masker setiap kali ke luar ruangan.

“Terakhir jika sakit saat melontar jumroh bisa dibadalkan. Jangan memaksakan diri,” kata Eka dalam keterangannya, Senin (15/6/2019).

Acara sosialisasi haji sehat ini terselenggara berkat kerja sama antara Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Pertemuan dihadiri oleh Wali Kota Gorontalo, Kepala Kanwil Kementerian Agama Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, dan 380 orang jamaah haji Kota Gorontalo.

Sementara itu, Wali Kota Gorontalo Marten H. Taha, SE, M.EC.Dev, menyampaikan program manasik haji terpadu sejak 2014 telah dimasukkan dalam APBD Kota Gorontalo untuk pembinaan jamaah haji. Kegiatannya tidak hanya untuk bimbingan ibadah saja, tapi juga bagi bidang kesehatan.

“Kami berharap agar jamaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna dan diberikan kesehatan sampai kembali ke Tanah Air,” ujar Marten.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dr. Hj. Nur Albar, Sp.PD FINASIM, mengungkapkan sebanyak 94 persen calon jamaah haji atau sebanyak 400 orang dari total 425 orang jumlah calon jamaah haji asal Kota Gorotanlo sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, seluruhnya memenuhi syarat istitaah kesehatan haji.

Sementara itu ketika disinggung mengenai kesiapan SDM kesehatan dalam melayani jamaah, Kapuskes Haji meyakinkan meskipun dari segi jumlah atau rasio petugas dan jamaah haji terlihat kurang, tetapi dengan strategi yang tepat bisa memberikan layanan optimal bagi seluruh jamaah haji Indonesia.

“Jika dilihat dari jumlah memang terlihat kurang, namun untuk menambah jumlah petugas bukan wewenang Kementerian Kesehatan. Kami tim kesehatan menggunakan strategi jejaring dengan perangkat kloter lainnya dan memaksimalkan semua sumber daya yang ada. Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) tidak hanya bekerja sendiri, tetapi bekerja bersama ketua rombongan, ketua kloter, dan pembimbing ibadah. Saya berharap juga dapat bekerja sama dengan KBIH-KBIH,” kata Eka.


Editor : Tuty Ocktaviany