70 Persen Penyakit Infeksi Ditularkan dari Hewan

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 09 November 2018 - 17:43 WIB
70 Persen Penyakit Infeksi Ditularkan dari Hewan

70 persen penyakit infeksi berasal dari penyakit zoonosis, di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya. (Foto: KeepIn Calendar)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan mengungkapkan, 70 persen penyakit infeksi berasal dari penyakit zoonosis. Di mana zoonosis adalah infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya.

Selain itu, dunia mulai menghadapi ancaman ketahanan kesehatan, terdiri atas penyakit infeksi yang berpotensi menjadi pandemik, seperti Ebola, Lassa, Zika, MERS-CoV, Pes, dan lainnya. Ini menjadi tamparan, bahwa ada celah antara kemampuan manusia dalam mencegah dan menghadapi penyakit tersebut.

Melihat kasus ini, dunia mengeluarkan kerangka kerja bernama Global Health Security Agenda yang telah diikuti lebih 60 negara dan organisasi internasional sebagai katalis untuk mencapai dunia yang aman dan nyaman dari ancaman global.

Indonesia sendiri menjadi tuan rumah dalam agenda rapat kementerian kelima Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua Convention Center, Denpasar, Bali, kemarin. Program ini menyediakan kemitraan yang berada di bawah payung GHSA untuk menunjukkan usaha yang telah dilakukan.

Indonesia One Health University Network (Indohun) sebagai organisasi yang berada di dalam projek Emerging Pandemic Threats-2 memegang peran penting dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia dalam menyiapkan ancaman global ini.

Atas dasar itu, Indohun berinisiatif menggelar program bertajuk Global Health Young Leaders. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan perspektif dari pelatihan Global Health True Leaders, Global Health Diplomacy, serta Manajemen Penyakit Infeksi dengan menggunakan pendekatan One Health.

Pada kesempatan itu, Kepala Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, dr Theodola Baning menyampaikan pengalamannya memimpin penyelidikan kasus wabah anthrax di Yogyakarta pada 2017.

Menurutnya, yang perlu dipikirkan adalah memperkuat kapasitas petugas lokal untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons secara kolaboratif. Hal ini sejalan dengan salah satu misi Agenda Jaminan Kesehatan Global (GHSA) untuk berinvestasi dalam pengembangan tenaga kerja.

”Untuk kebutuhan ini, Pelatihan Manajemen Penyakit Infeksi datang sebagai solusi menggunakan pendekatan One Health dalam memfokuskan pada penyelidikan wabah," ujar Theodola.


Editor : Dani Dahwilani