Ahli Toksikologi Ungkap Tembakau Alternatif Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok

Vien Dimyati ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 05:40 WIB
Ahli Toksikologi Ungkap Tembakau Alternatif Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok (Foto : aafp.org)

JAKARTA, iNews.id - Banyak yang beranggapan produk tembakau alternatif dinilai memiliki bahaya yang sama bagi kesehatan seperti rokok. Salah satu alasannya karena produk tersebut mengandung nikotin.

Padahal, tembakau alternatif dapat membantu menghentikan kebiasaan orang untuk merokok.

Ahli Toksikologi dari Universitas Airlangga, Sho’im Hidayat menyatakan, anggapan tersebut keliru, karena bukan nikotin yang menyebabkan penyakit terkait merokok.

“Secara kimiawi, nikotin merupakan senyawa organik kelompok alkaloid. Ini dihasilkan secara alami oleh berbagai macam tumbuhan, seperti terung, kentang, tomat, dan tembakau. Nikotin dapat menyebabkan ketergantungan dan bersifat stimulan ringan. Namun, nikotin bukan penyebab utama penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh rokok, seperti penyakit jantung dan kanker," kata Sho’im, melalui keterangan tertulis yang diterima Kamis (26/3/2020).

Sho’im menjelaskan, senyawa berbahaya yang dikandung rokok adalah TAR. Zat tersebut mengandung berbagai karsinogen yang dapat memicu penyakit-penyakit berbahaya karena adanya proses pembakaran.

Mengacu data National Cancer Institute Amerika Serikat, hampir dari 7.000 bahan kimia yang ada di dalam rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

“Rokok itu berbahaya karena dibakar dan menghasilkan TAR. Semakin tinggi kadarnya, risiko terkena kanker atau jantung menjadi lebih besar,” ujarnya.

Mantan Komisioner U.S. FDA, Scott Gottlieb, menambahkan, nikotin memang tidak menyebabkan penyakit berbahaya. “Para peneliti telah mengatakan nikotin tidak menyebabkan kanker,” kata Gottlieb.

Komentar tersebut mematahkan hipotesa penelitian Universitas New York yang menyatakan, uap rokok elektrik yang mengandung nikotin menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit lainnya.

Oleh karena itu, produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, dapat membantu perokok dewasa yang sulit berhenti untuk beralih ke produk tembakau dengan risiko yang lebih rendah.

Dengan produk tersebut, perokok dewasa tetap bisa mendapatkan asupan nikotin, namun memiliki risiko terhadap kesehatan yang lebih rendah daripada rokok.

“Beberapa kajian menyebut demikian. Dalam berbagai studi terkait, kadar zat berbahaya yang dikandung pada produk tembakau alternatif jauh lebih rendah dibandingkan rokok,” ujar Sho’im.

Laura Rosen, Profesor dari Departemen Promosi Kesehatan, Sekolah Kesehatan Masyarakat, Tel Aviv, juga memaparkan dalam International Conference on Harm Reduction in Non-Communicable Diseases di Paris, Prancis pada Februari 2020.

Menurutnya, terdapat sejumlah manfaat dari penggunaan produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang ingin mengurangi risiko kesehatan dari rokok, terutama jika dilakukan dengan terapi dukungan perilaku (behavioral support). Dia menilai, produk tembakau alternatif efektif untuk membantu perokok berhenti.

“Hasil kajian menunjukkan tingkat kesuksesan untuk berhenti merokok dengan produk tembakau alternatif lebih tinggi daripada obat-obatan terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy),” tutur Laura.

Editor : Vien Dimyati