Alami Gejala Mirip Virus Corona, Bisa Jadi Itu Psikosomatik

Siska Permata Sari ยท Selasa, 31 Maret 2020 - 14:54 WIB
Alami Gejala Mirip Virus Corona, Bisa Jadi Itu Psikosomatik

Biasakan pakai masker jika mengalami batuk. (Foto: Ilustrasi AFP)

JAKARTA, iNews.id - Angka kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Data per Senin (30/3/2020), menyebutkan pasien positif Covid-19 total menjadi 1.414 orang, dengan 129 kasus baru.

Tak hanya angka kasus positif, pasien yang meninggal dunia juga naik menjadi 122 orang dan 75 pasien sembuh.

Di tengah maraknya informasi mengenai pandemi virus corona yang disebarluaskan melalui media nasional dan media sosial, tak sedikit masyarakat yang akhirnya merasakan reaksi seperti batuk-batuk, pilek, dada sesak hingga demam.

Banyak yang mengira bahwa hal tersebut merupakan gejala virus corona yang gejalanya juga meliputi batuk-batuk, demam, dan sesak napas. Namun bisa jadi itu bukan gejala virus corona, melainkan gangguan psikosomatik.

“Ketika ada keluhan dari sisi fisik dan psikis ketika stres, jadi suka psikosomatis, kok aku sesak napas. Padahal, sesak itu karena cemas," ujar Anggota Ikatan Psikolog Klinis & Halodoc, Emeldah, seperti dikutip dari siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (31/3/2020).

Beberapa gejala yang sering dirasakan pengidap psikosomatis di antaranya jantung berdebar, sesak napas, lemas, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, susah tidur, nyeri kepala, nyeri seluruh tubuh, demam, batuk dan pilek.

Dia menerangkan, beberapa cara untuk meredam psikosomatis ialah mengatur napas untuk relaksasi dan mebiasakan hal itu secara rutin untuk mengurangi stres.

Dia menyarankan, jauhkan pikiran stres dengan melakukan kegiatan yang rileks, seperti menjalankan hobi dan mencoba hal baru di luar kegiatan rutin sehari-hari bersama keluarga.

"Atur napas. Tarik napas untuk relaksasi. Karena itu bisa membuat kita jadi tenang. Kemudian cari aktivitas baru yang positif bersama keluarga," ujarnya.

Gangguan psikosomatik merupakan penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Beberapa penyakit fisik dianggap rawan diperburuk oleh faktor mental seperti stres dan kecemasan.

Editor : Tuty Ocktaviany