Alasan Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Tinggi

Siska Permata Sari ยท Selasa, 24 Maret 2020 - 15:35 WIB
Alasan Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Tinggi

Biasakan mengenakan masker ketika sakit agar tidak terpapar virus corona. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Angka kasus positif virus korona baru (Covid-19) di Indonesia semakin meningkat dalam dua pekan terakhir. Per Senin (23/3/2020), total pasien positif virus corona menjadi 579 kasus dengan 30 orang sembuh dan 49 pasien meninggal dunia.

Artinya, angka kematian pasien virus korona lebih tinggi daripada tingkat kesembuhan. Dalam skala persentase, angka pasien meninggal dunia mencapai lebih dari 8 persen sementara yang sembuh hanya 5 persen, dan sisanya 86 persen tengah menjalani perawatan.

Tingginya angka kematian pasien virus korona membuat bertanya-tanya, apa alasannya?

“Memang yang meninggal itu pertama, sangat dipengaruhi kondisi (kesehatan) pasien tersebut,” kata Komite Ahli Tuberkulosis Indonesia Dr Pandu Riono, MPH, PhD dalam konferensi pers Hari Tuberkulosis Sedunia, di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dia menjelaskan, jika pasien tersebut sudah mengalami penyakit kronis seperti diabetes, tuberkulosis, asma dan sebagainya, lalu terinfeksi virus korona, kondisinya tidak optimal. “Sehingga mudah jatuh ke kondisi kritis dan meninggal dunia,” katanya.

Namun, dia meminta agar tidak terpaku pada angka, karena diperkirakan kasus positif virus corona di Indonesia sudah sangat tinggi, melampaui angka resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Orang yang sudah terinfeksi di luar sudah banyak sekali. Bukan ratusan saja, tetapi puluhan ribu, diperkirakan ratusan ribu, sehingga tes (Covid-19) harus dipercepat dan menjangkau orang-orang yang berisiko,” kata dr Pandu.

Dia menyarankan, orang-orang yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan dapat diprioritaskan untuk melakukan tes deteksi virus corona, yaitu menggunakan PCR atau Polymerase Chain Reaction.

“Pemeriksaan PCR harus ditingkatkan kemampuannya, sehingga dapat lebih fokus menemukan orang dengan Covid-19. Kalau pasien itu memiliki kondisi penyakit tertentu, harus dirawat di rumah sakit. Kalau bergejala ringan atau tanpa gejala, bisa diisolasi di rumah. Kita harus aktif menemukan orang yang terinfeksi, karena kita sedang berkejaran dengan waktu,” ucapnya.


Editor : Tuty Ocktaviany