Anak Juga Bisa Kena Diabetes Melitus, Cek Gejalanya

Siska Permata Sari ยท Rabu, 31 Oktober 2018 - 21:09 WIB
Anak Juga Bisa Kena Diabetes Melitus, Cek Gejalanya

Cek kondisi anak ketika mengalami kelelahan. (Foto: Verrywell)

JAKARTA, iNews.id - Siapa bilang jika diabetes melitus (DM) hanya bisa menyerang orang dewasa yang pola hidupnya kurang sehat atau keturunan semata? Tidak. Diabetes melitus juga mampu merambah pada anak-anak. Kasus diabetes yang sering terjadi pada anak-anak adalah diabetes melitus tipe 1. Apa pasal?

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan menjelaskan, diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh interaksi dari banyak faktor. Salah satunya adalah sistem imun. Selain itu, kecenderungan genetik, faktor lingkungan, dan kelainan pada sel pankreas juga berperan dalam pembentukan diabetes melitus tipe 1.

"Masalahnya selama ini kesadaran masyarakat sangat minim, karena kita tidak ada data (untuk diabetes melitus anak tipe 1 dan 2 secara lengkap). Indikator khusus belum ada. Tetapi data menunjukkan, ada peningkatan 700 persen diabetes melitus pada anak selama jangka waktu 10 tahun," kata Aman saat ‘Media Briefing Hari Diabetes Sedunia’ di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2018).

Menurut data dari IDAI, jumlah kasus baru DM tipe 1 dan 2 memang berbeda meskipun cenderung lebih banyak kasus DM tipe 1. Masih berdasarkan data tersebut, sejak September 2009 hingga September 2018, telah terdapat 1.213 kasus diabetes melitus (DM) tipe 1.

Lalu, bagaimana gejalanya? Dr dr Aman membeberkan sejumlah gejala diabetes melitus pada anak, seperti dipaparkan pada Selasa (31/10/2018).

Banyak Makan

Anak dengan diabetes melitus akan merasakan lapar terus- menerus, meski baru selesai makan. Hal ini karena rasa lapar tersebut didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai, sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.

Banyak Minum

Minum air putih yang cukup memang bagus. Tetapi anak yang merasa haus terus-menerus, bisa dicurigai sebagai indikasi diabetes melitus. Sebab ketika diabetes, tubuh tak mampu memproduksi hormon insulin sehingga tubuh selalu merasa dehidrasi.

Mengompol

Sayangnya, meskipun banyak minum, tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh dalam menyerap cairan dengan baik. Hal ini akan menyebabkan anak dengan diabetes melitus lebih sering buang air kecil daripada frekuensi normal, terutama di malam hari.

Penurunan Berat Badan Drastis

Walaupun anak banyak makan, tetapi anak yang mengalami diabetes justru mengalami penurunan berat badan secara drastis. Ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh, sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut.

Kelelahan

Walaupun anak banyak makan dan minum, tetapi anak yang mengalami diabetes akan merasa kelelahan saat beraktivitas fisik. Sebab anak tidak mampu menyerap gula dari makanan, sehingga membuatnya kekurangan energi dan merasa mudah lelah.


Editor : Tuty Ocktaviany