Baru Gajian? Begini Cara Lebih Irit di Masa Pandemi Covid-19

Siska Permata Sari ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 16:30 WIB
Baru Gajian? Begini Cara Lebih Irit di Masa Pandemi Covid-19

Atur keuangan dengan bijak di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah menginfeksi jutaan orang di dunia. Data kasus positif virus corona di Indonesia per Minggu (28/6/2020), mencapai 54.010 orang dengan 22.936 pasien sembuh dan 2.754 lainnya meninggal dunia.

Adanya pandemi selama beberapa bulan terakhir memberikan dampak buruk pada segala aspek, termasuk ekonomi. Mulai dari pemasukan yang berkurang, gagalnya usaha, turunnya omzet penjualan, dan masih banyak lagi dampaknya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, hal yang penting dilakukan adalah memproteksi diri dengan protokol kesehatan dan pengaturan finansial yang bijak. Bagaimana caranya?

“Sebagai manusia yang bijak, seharusnya kita bukan sering menyisakan uang, tetapi menyisihkan. Usahakan di setiap awal bulan, kita menyisihkan uang gajian, misalnya daripada kita menyisakan gaji di akhir bulan,” ucap Jason Gozali selaku investor muda dalam talkshow ‘Cara Mengatur Finansial yang Cantik’ di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Menyisihkan uang, kata Jason, dengan mengalokasikan dana yang masuk untuk keperluan sehari-hari dan menyisihkan untuk simpanan seperti tabungan, deposito, emas, dan reksadana pasar uang.

Pilihan lain yaitu investasi dengan saham, obligasi, dan properti. “Kemudian terakhir adalah masif atau proteksi artinya kita menyisihkan uang untuk memitigasi risiko mendadak dan dampak besar, contohnya asuransi,” ujarnya.

Dengan menyisihkan pemasukan di awal bulan dapat menghindari keborosan pengeluaran yang akhirnya bisa menyulitkan di pertengahan bulan. “Jadi, jangan sampai dua minggu baru gajian, sudah pusing, dompet tipis, dan kita baru mikir. Itu salah,” kata Jason.

Sementara itu sesama investor muda, Nicholas menyampaikan, setiap individu sebaiknya mengenali mana yang merupakan kebutuhan, dan mana yang hanya keinginan belaka.

“Hal yang penting adalah kita harus bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan kita. Karena kadang-kadang kita sering belanja yang diinginkan, tapi sebenarnya enggak kita butuhkan. Oleh karena itu, pentingnya untuk bisa mengidentifikasi mana yang butuh, mana yang tidak,” kata Nicholas.

Editor : Tuty Ocktaviany