Bisa Dicoba, Ini Pijat Sederhana untuk Mengatasi Nyeri Haid

Siska Permata Sari ยท Jumat, 26 April 2019 - 13:14 WIB
Bisa Dicoba, Ini Pijat Sederhana untuk Mengatasi Nyeri Haid

Nyeri haid memang menyakitkan dan solusinya bisa dengan akupresur. (Foto: Joya Life)

DENPASAR, iNews.id - Setiap perempuan pasti pernah mengalami rasa nyeri yang berkaitan dengan periode menstruasi setiap bulan. Nyeri haid atau bisa disebut dismenore adalah rasa nyeri berdenyut atau kram pada perut bagian bawah.

Dismenore sendiri biasanya terjadi sebelum atau selama periode menstruasi. Gejala nyeri haid sendiri berbeda-beda dengan setiap perempuan, namun umumnya seperti nyeri perut atau kram di bagian bawah, payudara terasa kencang dan sakit, hingga rasa nyeri yang dirasakan di punggung dan pinggang.

Namun jangan khawatir, ada beberapa cara pengobatan tradisional yang dapat mengatasi rasa nyeri haid. Salah satunya adalah metode akupresur, terapi tusuk jari dengan menggunakan penekanan dan pemijatan pada titik-titik tertentu pada tubuh yang didasarkan pada prinsip ilmu akupuntur.

Berbeda dengan akupuntur, akupresur tidak menggunakan jarum, melainkan menggunakan jari-jari tangan untuk proses pemulihan. Cara ini mirip seperti pijat yang bisa dilakukan secara mandiri atau dibantu orang lain.

Pelatih Akupresur Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Wayan Sukeria, mencontohkan metodenya bagaimana mengatasi nyeri haid.

"Akupresur untuk mengurangi nyeri haid dapat dilakukan pemijatan di beberapa titik. Pertama pemijatan di lokasi yang letaknya empat jari di atas mata kaki bagian dalam," kata Wayan saat ditemui awak media di kawasan Kintamani, Bangli, Bali.

Lokasi kedua, kata dia, terletak di punggung tangan, tepatnya di tonjolan tertinggi ketika ibu jari dan jari telunjuk didapatkan. Jumlah tekanan biasanya sebanyak 30 kali, bisa lebih atau kurang tergantung kekuatan individu.

"Terakhir, lokasi (akupresur/penekanan) dilakukan empat jari di bawah tempurung lutut, tepi luar tulang kering," kata dia.


Editor : Tuty Ocktaviany