Cegah Covid-19, Kepatuhan Masyarakat terhadap Protokol Kesehatan Harus Ditingkatkan

Rizqa Leony Putri ยท Jumat, 04 Desember 2020 - 22:25:00 WIB
 Cegah Covid-19, Kepatuhan Masyarakat terhadap Protokol Kesehatan Harus Ditingkatkan
Kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan harus ditingkatkan. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan masih belum memuaskan. Berdasarkan dari data Satuan Tugas, pemantauan kedisiplinan protokol kesehatan yang dilakukan sejak 18 November 2020, grafiknya sempat mengalami fluktuasi di sekitar Minggu keempat November. 

"Sangat disayangkan bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait kepatuhan individu dalam memakai masker, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Hal ini bertepatan dengan periode libur panjang tanggal 28 Oktober-1 November 2029," ucap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12/2020). 

Tren penurunan tersebut terpantau terus berlanjut pada 27 November 2020. Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan.

Lalu dari peta zonasi kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, dari data 512 kabupaten/kota yang masuk, hanya kurang dari 9% kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Dan yang lebih memperihatinkan, kurang dari 4% kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak. 

Jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan seperti yang ditunjukkan dalam tiga periode libur panjang, maka akan meningkatkan penularan. Dan apabila dilakukan testing dan tracing, maka kasus positif akan meningkat. 

"Jika terus seperti ini, maka sebanyak apa pun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi," ujarnya. 

Editor : Tuty Ocktaviany

Halaman : 1 2