Cegah Kasus Covid-19 Bertambah, Begini Cara Isolasi Mandiri di Rumah

Siska Permata Sari ยท Selasa, 24 Maret 2020 - 19:38 WIB
Cegah Kasus Covid-19 Bertambah, Begini Cara Isolasi Mandiri di Rumah

Biasakan cuci tangan agar terhindar dari paparan virus corona. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Angka kasus positif virus corona baru (Covid-19) di Indonesia semakin tinggi. Berdasarkan data terbaru per Selasa (24/3/2020), angka pasien positif virus corona telah mencapai 686.

Tak hanya kasus positif virus korona yang meningkat, tetapi juga angka pasien meninggal dunia yang kini berjumlah 55 orang. Sementara itu pasien yang berhasil sembuh sebanyak 30 orang.

Meningkatnya jumlah kasus positif dan pasien yang meninggal dunia, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sebagian besar masyarakat. Namun, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah demi menekan penyebaran virus corona.

Sebab, juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, tak hanya kelompok usia lanjut maupun mereka dengan penyakit penyerta yang berpotensi terjangkit Covid-19, kelompok usia muda dengan imunitas yang bagus pun juga rawan tertular, walaupun gejalanya sangat minim.

“Inilah menjadi hal yang mendasar sehingga persebarannya semakin cepat. Apabila ini menular ke saudara-saudara kita yang usianya lebih tua dan rawan, maka ini akan menjadi masalah yang serius,” ujar Achmad Yurianto di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, Kementerian Kesehatan RI juga telah mengeluarkan edaran protokol isolasi diri yang bisa Anda terapkan di rumah.

Simak selengkapnya berikut ini:

Jika Sakit Tetap di Rumah

- Jangan pergi bekerja, ke sekolah, atau ruang publik untuk menghindari penularan Covid-19 ke orang lain di masyarakat.

- Harus mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk menghindari kemungkinan penularan pada orang-orang di sekitar, termasuk keluarga.

- Melaporkan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat tentang kondisi kesehatannya, riwayat kontak dengan pasien Covid-19, atau riwayat perjalanan dari negara/area transmisi lokal, untuk dilakukan pemeriksaan sampel oleh petugas kesehatannya.

Isolasi Diri Sendiri

- Ketika Anda merasa sakit (demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/gejala penyakit pernapasan lainnya), tetapi tidak memiliki risiko penyakit penyerta lainnya (diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik, AIDS, penyakit autoimun, dan lain-lain), maka secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah, atau tempat-tempat umum.

- Orang Dalam Pemantauan (ODP), yang memiliki demam/gejala pernapasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal, dan atau orang yang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

- Lama waktu isolasi diri selama 14 hari hingga diketahui hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

Apa yang Dilakukan saat Isolasi Diri?

- Tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik.

- Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarang setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain.

- Gunakan masker selama masa isolasi diri.

- Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis, seperti batuk atau kesulitan bernapas.

- Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, dan gelas), perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, dan gayung), serta linen/seprai.

- Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta keringkan, lakukan etika batuk/bersin.

- Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.

- Jaga Kebersihan rumah dengan cairan disinfektan.

- Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih jauh.

Apa yang dilakukan saat Pemantauan Diri Sendiri?

- Lakukan observasi/pemantauan diri sendiri di rumah.

- Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis, seperti batuk atau kesulitan bernapas.

- Jika ada muncul gejala, laporkan ke petugas di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

- Jika hasil pemeriksaan sampel dinyatakan positif, maka melakukan isolasi diri sendiri.

- Apabila memiliki penyakit bawaan berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, maka dilakukan perawatan di rumah sakit.

Tindakan Pencegahan

- Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

- Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin dengan tisu atau lengan atas bagian dalam yang tertekuk. Segera buang tisu ke tempat sampah yang tertutup dan bersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

- Jaga jarak sosial setidaknya jarak satu (satu) meter dengan orang lain terutama dengan mereka yang batuk, bersin, dan demam.

- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

- Jika mengalami demam, bantuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis.


Editor : Tuty Ocktaviany