Cegah Sakit Jantung di Usia Muda dengan Pola Hidup Sehat

Fajar Adityo Nugroho ยท Sabtu, 10 November 2018 - 23:23 WIB
Cegah Sakit Jantung di Usia Muda dengan Pola Hidup Sehat

Diet tidak sehat dan merokok jadi faktor pemicu sakit jantung. (Foto: Menkes).

JAKARTA, iNews.id - Penyakit Jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. Lebih mengkhawatirkan lagi, tren penyakit jantung saat ini tidak hanya diderita oleh penduduk usia lanjut, namun juga sudah banyak ditemukan pada usia muda.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015 menyebutkan lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, atau sekitar 31% dari seluruh kematian di dunia, sebagian besar atau sekitar 8,7 juta disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Lebih dari 75% kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa sebesar 1,5% atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner. Sedangkan jika dilihat dari penyebab kematian tertinggi di Indonesia, menurut Survei Sample Registration System tahun 2014 menunjukkan 12,9% kematian akibat Penyakit Jantung Koroner.

Menkes menegaskan penyakit jantung dan pembuluh darah bisa dicegah dengan mengendalikan pola hidup sehat. Dengan menjalani hidup sehat tentunya akan membuat jauh dari serangan jantung.

"Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko, seperti merokok, diet yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi alkohol, agar tidak terjadi hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi dan diabetes mellitus yang merupakan penyakit antara sebelum terjadinya penyakit jantung koroner," ujarnya.

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita yang ke 33, diadakan Sarasehan Penguatan Pelayanan Kardiovaskuler di Rumah Sakit Jejaring di Indonesia, di Jakarta (10/11). Acara dibuka oleh Menkes Nila F. Moeloek.

Menkes menyatakan bahwa Rumah Sakit Jantung Harapan Kita memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan jantung yang aman, bermutu, anti diskriminasi, efektif, serta mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien.

"Saya mengimbau agar Rumah Sakit Jantung Harapan Kita untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang berfokus pada pasien (Patient Centeredness) dengan pilar utama keselamatan pasien (Patient Safety), dengan senantiasa berupaya meningkatkan mutu pelayanan melalui penerapan standar akreditasi rumah sakit baik nasional maupun internasional," ujarnya.


Editor : Adhityo Fajar