Covid-19 Belum Ada Obatnya, Ini yang Dilakukan Dokter kepada Pasien Positif

Siska Permata Sari ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:00 WIB
Covid-19 Belum Ada Obatnya, Ini yang Dilakukan Dokter kepada Pasien Positif

Pandemi virus corona belum reda hingga kini. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona (Covid-19) masih terus berlangsung di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Angka kasus positif Covid-19 di dunia kini telah mencapai lebih dari 18 juta dengan 689.165 pasien meninggal dunia dan 11,3 juta orang berhasil sembuh.

Sampai saat ini, peneliti di dunia tengah meneliti penyakit dari virus baru tersebut dan mencari vaksin serta pengobatannya. Sebab hingga saat ini, belum ada vaksin serta obat resmi yang khusus menangani virus SARS- CoV-2 penyebab Covid-19.

“Saat ini, tidak ada obat yang disarankan untuk mengobati Covid-19, dan tidak ada obat yang tersedia. Antibiotik tidak efektif melawan infeksi virus seperti Covid-19,” demikian seperti dilansir dari situs organisasi atau kelompok riset medis Amerika Serikat Mayo Clinic, Minggu (2/8/2020).

Walaupun demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan penggunaan otorisasi darurat untuk remdesivir, obat antivirus untuk mengobati Covid-19 yang parah.

Berbeda dengan Lembaga Kesehatan Nasional AS yang merekomendasikan dexamethasone kortikosteroid untuk orang dengan gejala Covid-19 parah yang memerlukan oksigen tambahan atau ventilator. Di Indonesia, obat tersebut juga digunakan untuk mengurangi risiko kematian.

Dexamethasone merupakan obat untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan penyakit autoimun. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obat ini diuji pada pasien rawat inap dengan Covid-19 dalam uji klinis nasional Inggris, dan dexamethasone ini ditemukan memiliki manfaat untuk pasien yang sakit kritis.

Namun sampai saat ini, WHO sedang dalam proses memperbarui pedoman pengobatan untuk memasukkan dexamethasone atau steroid lainnya.

Selain penggunaan obat-obatan sementara untuk pasien bergejala berat, ada juga bentuk pengobatan lain berupa terapi suportif untuk mengurangi hingga menghilangkan gejala. Di antaranya:

- Penghilang rasa sakit (ibuprofen atau acetaminophen)

- Sirup atau obat batuk

- Istirahat cukup

- Asupan cairan yang cukup

Bagi pasien bergejala ringan atau tanpa gejala (OTG), disarankan untuk menjalani isolasi untuk jangka waktu tertentu. Jika Anda dinyatakan positif Covid-19 tapi tak mempunyai gejala atau bergejala ringan, Anda perlu mendapatkan istirahat yang banyak, tetap terhidrasi, dan menghubungi dokter atau tenaga medis jika gejala semakin memburuk.

Editor : Tuty Ocktaviany