Cuaca Panas Menyengat, Ini Deretan Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Siska Permata Sari · Rabu, 06 November 2019 - 06:02:00 WIB
Cuaca Panas Menyengat, Ini Deretan Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Letih bisa terjadi akibat cuaca panas. (Foto: Gulfnews)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah wilayah di Indonesia masih dilanda cuaca panas terik di siang hari pada beberapa pekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu udara siang hari di sejumlah daerah yang terasa panas dan terik tersebut disebabkan oleh gerak semu matahari.

Menurut pantauan di beberapa stasiun pengamatan BMKG, suhu udara tercatat maksimum dapat mencapai 37 derajat Celsius sejak 19 Oktober lalu. Bahkan pada 20 Oktober 2019 terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi, yaitu Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) yang mencapai 38,8 derajat Celsius.

Gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang terjadi setiap tahun. Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah khatulistiwa menjadi lebih banyak, sehingga akan meningkatkan suhu udara di siang hari.

Walaupun kedengarannya sepele, cuaca panas yang ekstrem dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Mulai dari masalah yang ringan hingga berat bahkan mematikan.

Berikut deretan penyakit yang disebabkan oleh cuaca panas, seperti dirangkum iNews.id dari Business Insider, Rabu (6/11/2019).

Kelelahan Ekstrem

Penelitian menunjukkan, peningkatan suhu udara yang menyebabkan peningkatan suhu pada tubuh manusia, dapat memberikan efek buruk pada kesehatan. Salah satu yang kerap menjadi masalah adalah kelelahan ekstrem, di mana gejalanya meliputi keringat berlebihan, kulit lembab, dehidrasi, kelelahan, sakit kepala, pusing, mual, kram, dan denyut nadi yang cepat serta lebih lemah.

Muntah

Kelelahan ekstrem seperti dehidrasi, sakit kepala, pusing, mual, dan denyut nadi cepat merupakan tanda-tanda awal dampak buruk dari cuaca panas ekstrem. Namun jika gejala berlanjut seperti muntah-muntah, harus segera dirujuk ke rumah sakit atau memerlukan bantuan medis.

Kemampuan Otak Menurun

Percaya atau tidak, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ketika suhu naik, manusia akan lebih lambat dan tidak akurat pada tes kognitif. Fenomena ini memengaruhi setiap orang mulai dari siswa hingga pekerja kantoran yang berusaha menjalani hari itu.

Peningkatan Angka Bunuh Diri

Sebuah studi 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change melaporkan bahwa kenaikan 1 derajat Celsius dalam suhu rata-rata bulanan dikaitkan dengan peningkatan tingkat bunuh diri. Hal tersebut terjadi di Amerika Serikat dengan persentase 0,7 persen dan 2 persen di Meksiko.

Para penulis studi yang sama tentang hubungan antara iklim dan bunuh diri juga menganalisis lebih dari 600 juta tweet, dan menemukan bahwa orang lebih cenderung mengekspresikan perasaan depresi ketika suhu naik.

Gangguan Pernapasan

Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa untuk setiap naiknya suhu derajat Celsius, polusi ozon diperkirakan dapat membunuh 22.000 orang di seluruh dunia melalui penyakit pernapasan, asma, dan emfisema. Selain itu, polusi udara non-ozon yang dikaitkan dengan cuaca yang lebih tinggi juga akan meningkatkan tingkat kanker paru-paru, alergi, dan penyakit kardiovaskular.

Editor : Tuty Ocktaviany