Demi Kualitas Kesehatan yang Bermutu, Rumah Sakit Diminta Segera Akreditasi

Siska Permata Sari ยท Selasa, 07 Mei 2019 - 17:30 WIB
Demi Kualitas Kesehatan yang Bermutu, Rumah Sakit Diminta Segera Akreditasi

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Bambang Wibowo memberikan keterangan pers. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Akreditasi menjadi syarat utama bagi rumah sakit penyelenggara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk menjamin kualitas layanan kesehatan terhadap pemegang kartu atau peserta BPJS. Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Bambang Wibowo.

Perlu digarisbawahi, akreditasi RS ini dimaksudkan untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman baik di faskes pertama atau RS," tutur Bambang Wibowo saat konferensi pers di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Namun, kata dia, masih ada beberapa rumah sakit yang belum melaksanakan akreditasi sehingga diimbau untuk segera melaksanakan akreditasi demi kelancaran kerja sama, serta mutu pelayanan bagi masyarakat.

"Kami selalu berkomunikasi dengan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan BPJS kesehatan. Ada sekitar 2.430 rumah sakit yang bekerja sama (dengan BPJS), kemudian pada Januari lalu ada 720 yang belum terakreditasi, yang belum mendaftar ada sekitar 29 rumah sakit," kata Bambang.

Lebih lanjut, sambung dia, sampai dengan Juni nanti, ada sekitar 127 rumah sakit yang harus reakreditasi.

"Tapi dari data itu ternyata 67 sudah selesai, ada 50 yang sedang menunggu pelaksanaan survei dan hanya 10 yang  berakhir sampai Juni nanti dan belum mendaftar," kata dia.

Sementara itu, menurut Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A Rusady mengatakan, pihaknya mendukung dan patuh terhadap regulasi yang ada.

"Harapan kami semua RS mengurus akreditasi agar tidak ada pelayanan yang terganggu," ucapnya.


Editor : Tuty Ocktaviany