Hari Buruh Sedunia: Dampak Kerja Overtime bagi Kesehatan

Siska Permata Sari ยท Rabu, 01 Mei 2019 - 16:47 WIB
Hari Buruh Sedunia: Dampak Kerja Overtime bagi Kesehatan

Dampak Kerja Overtime bagi Kesehatan (Foto: Sciencedaily)

JAKARTA, iNews.id - Hari Buruh Sedunia yang jatuh setiap 1 Mei kembali mengingatkan kesadaran akan hak-hak para pekerja, termasuk kesehatan serta keselamatan kerja bagi kaum buruh. Kita semua tahu bahwa pekerjaan sangat terkait dengan kesehatan, terutama beban dan jam kerja sehari-hari.

Bekerja overtime misalnya, atau lembur memberikan dampak kesehatan pada karyawan. Memang, lembur dapat bermanfaat bagi karyawan dan perusahaan. Namun, lembur juga memiliki kelemahan. Terutama di sisi kesehatan.

Sejumlah besar karya ilmiah telah mengeksplorasi masalah kesehatan yang terkait dengan bekerja lembur berlebihan. Berikut beberapa masalah kesehatan yang dikaitkan dengan jam kerja yang panjang, seperti dirangkum dari Circadian, Rabu (1/5/2019).

1. Cedera punggung bawah dalam pekerjaan dengan banyak pengangkatan manual

2. Tekanan darah lebih tinggi di antara pekerja kerah putih atau kantoran

3. Meningkatnya masalah kesehatan mental seperti depresi

4. Meningkatnya angka cedera total dan kehilangan hari kerja

5. Berat badan lahir rendah pada bayi pekerja perempuan yang hamil

6. Konsumsi alkohol yang tinggi di kalangan pria

7. Tingkat bunuh diri yang lebih tinggi

Sementara itu menurut penelitian di Kanada menunjukkan, pekerja yang meningkatkan jam kerja mereka dari 40 jam atau kurang per minggu menjadi lebih dari 40 jam per minggu mengalami peningkatan konsumsi tembakau dan alkohol, peningkatan berat badan yang tidak sehat di antara pria, dan peningkatan depresi di kalangan wanita.

Selain berdampak pada kesehatan kaum pekerja, lembur atau jam kerja yang berlebihan juga memicu kerugian pada perusahaan. Masalah kesehatan ini berkontribusi pada biaya perawatan kesehatan, ketidakhadiran, dan produktivitas yang menurun.

Editor : Vien Dimyati