Hari Hepatitis Sedunia, Pentingnya Menerapkan Gaya Hidup Bersih dan Vaksin

Siska Permata Sari · Minggu, 28 Juli 2019 - 23:12:00 WIB
Hari Hepatitis Sedunia, Pentingnya Menerapkan Gaya Hidup Bersih dan Vaksin
Konsultasi kesehatan. (Foto: Bridestory)

JAKARTA, iNews.id - Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap 28 Juli. Tanggal ini dipilih karena hari lahir dari penemu virus hepatitis B, Baruch Samuel Bloomberg.

"Tujuan adanya peringatan Hari Hepatitis adalah bagaimana meningkatkan perhatian dan kepedulian semua pihak tentang masalah virus hepatitis," Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr Wiendra Waworuntu, MKes di acara Temu Media, Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Di Indonesia, hepatitis merupakan salah satu penyakit menular yang  bersifat endemis atau memiliki kasus yang cukup banyak. Contohnya saja kasus hepatitis A yang baru-baru ini menjadi wabah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Wiendra mengatakan, hepatitis atau radang hati tersebut biasanya terjadi karena virus. Selain itu, hepatitis juga terbagi beberapa jenis, yakni A, B, C, D dan E. Namun yang paling umum di Indonesia adalah hepatitis A, B dan C.

"Selain daripada virus sendiri, hepatitis bisa disebabkan lemak di hati. Bisa yang menyerang di hati itu parasit, tetapi paling banyak karena virus," ujarnya.

Dia menjelaskan, perbedaan antara hepatitis A, B dan C tersebut adalah metode penularannya yang berbeda-beda. Selain itu, penyakit hepatitis A tergolong lebih ringan daripada hepatitis B dan C yang bila tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi sirosis, bahkan kanker hati.

"Metode penularan hepatitis A itu melalui mulut dan kotoran. Berbeda dengan hepatitis B dan C yang melalui kontak cairan tubuh," ucap dia.

Hepatitis B dan C, sambung dia, metode penularannya adalah melalui ibu ke anak, transfusi darah, penggunaan jarum yang tidak aman, hubungan seksual tidak aman, dan kontak pada darah.

"Angka penularannya 90-95 persen dari ibu yang hepatitis B pada bayi yang dikandung dan dilahirkan. Maka deteksi dini perlu dilakukan untuk ibu hamil. Sementara lima persen sisanya kerena penyebab yang lain," kata dia.

Oleh sebab itu, pentingnya menerapkan gaya hidup bersih untuk mencegah hepatitis A dan vaksin hepatitis B. "Hepatitis C tidak ada vaksin untuk pencegahan, tetapi ada obatnya yaitu Direct Acting Antivirus (DAA) yang tingkat kesembuhannya mencapai 97 persen. Sementara hepatitis B, ada vaksinnya yang diberikan pada bayi baru lahir dari ibu yang positif hepatitis B," ucapnya.

Editor : Tuty Ocktaviany

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda