Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter Ungkap Alasan Vaksin Tetap Penting bagi Orang Dewasa Meski Sudah Divaksinasi sejak Kecil
Advertisement . Scroll to see content

Hati-Hati, Infeksi Rotarius Serang Percernaan Anak Usia 0-36 Bulan

Kamis, 03 Juni 2021 - 07:06:00 WIB
Hati-Hati, Infeksi Rotarius Serang Percernaan Anak Usia 0-36 Bulan
Seorang anak vaksin pencegahan infeksi rotarius. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kesehatan anak menjadi hal yang utama bagi orang tua. Pada masa pandemi ini, ada satu penyakit lagi yang bisa menyerang anak balita, yakni infeksi rotarius. Untuk itu orang tua diminta ekstra hati menjaga kondisi anak, khususnya tidak boleh abai menjalani imunisasi. 

Imunisasi merupakan salah satu investasi terbaik dalam kesehatan global. Mengusung tema Vaccines bring us closer, World Immunization Week 2021 menyampaikan pesan kepada seluruh dunia mengenai pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit dan melindungi hidup, melalui slogan Prevent (mencegah), Protect (melindungi) dan Immunise (mengebalkan). 

Namun tidak dapat dipungkiri pelaksanaan vaksin di masa pandemi mengalami banyak tantangan. Penilaian cepat dari Kementerian Kesehatan dan UNICEF yang dilakukan pada bulan April 2020  terhadap lebih dari 5.300 fasilitas kesehatan di Indonesia, menunjukkan 84 persen responden mengatakan layanan imunisasi anak terganggu akibat Covid-19. 

Survei ini juga menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada April 2020 menurun 4,7 persen dibanding April tahun lalu. Hal ini menunjukkan tingginya risiko anak-anak terpapar penyakit serius seperti Infeksi Rotavirus dan Hepatitis A. 

Infeksi Rotavirus merupakan jenis virus yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan, dan menjadi penyebab umum diare dan muntah-muntah. Kasus diare rotavirus berat yang harus dirawat inap, seringkali terjadi pada anak dalam kelompok usia 0-36 bulan, kelompok usia ketika anak-anak sangat rentan terhadap dehidrasi.  Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, terutama untuk menggantikan cairan yang keluar, rotavirus dapat menyebabkan kematian. 

Vaksin rotavirus merupakan pencegahan paling utama yang dapat dilakukan oleh parents untuk mencegah virus paling umum penyebab diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia. Tingginya angka kematian akibat rotavirus mendorong Pemerintah untuk mempertimbangkan perluasan imunisasi dasar saat ini dengan menambah vaksin rotavirus untuk menekan angka kematian bayi dan anak. 

Berdasarkan keterangan dari dr Deliana Permatasari, GSK Vaccine Medical Director, vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dengan pemberian dosis pertama pada usia 6 minggu, dan dosis kedua diberikan dengan interval 4 minggu, selambat-lambatnya sebelum si kecil berusia 24 minggu. 

“Vaksin Rotavirus diberikan secara oral, tidak disuntikkan, sehingga parents maupun si kecil tidak perlu cemas akan jarum suntik,” katanya, dilansir Rabu (3/6/2021).

Selain rotavirus, penyakit endemis yang juga sering luput dari pencegahan adalah Hepatitis A. Infeksi virus Hepatitis A biasanya ditemukan pada negara dengan endemisitas tinggi, dimana infeksi biasanya terjadi sebelum anak berusia lima tahun dan sangat menular. 

Pentingnya pemberian vaksin hepatitis A sebagai pencegahan utama ditekankan oleh WHO yang merekomendasikan masuknya vaksin hepatitis A dalam program wajib imunisasi nasional bagi anak berusia 1 tahun ke atas yang tinggal di daerah dengan perubahan endemisitas hepatitis A tinggi ke sedang.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut