Indonesia Rencanakan Kerja Sama dengan Iran Terkait Vaksin Halal

Siska Permata Sari · Kamis, 23 Mei 2019 - 22:33 WIB
Indonesia Rencanakan Kerja Sama dengan Iran Terkait Vaksin Halal

Indonesia-Iran akan kerja sama soal vaksin. (Foto: Ilustrasi Healthline)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Jenderal  Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Engko Sosialine melakukan penandatanganan Plan of Action (PoA) dengan Dirjen Hubungan Internasional Iran Mohsen Lari. Ini terkait dengan sejumlah kerja sama kesehatan, salah satunya vaksin halal.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Jenewa dan disaksikan oleh Menteri Kesehatan masing-masing. PoA ini merupakan kelanjutan dari ditandatanganinya MoU oleh Menkes kedua negara di Astana, Kazakhstan beberapa waktu lalu.

"Jadi kita sudah sepakat untuk join production dari vaksin halal untuk bersama, termasuk untuk penelitian vaksin halal," kata Engko, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (23/5/2019).

Dia menjelaskan, ada tujuh area kolaborasi yang ditandatangani Indonesia–Iran, yaitu Health Services, Pharmaceutical Products and Medical Devices, Health Research and Development, UHC, Disease Prevention And Control, Traditional Medicine, dan Health Emergency Response and Disaster Management.

Antar negara, kata Engko, siap untuk berbagi informasi tentang proses registrasi dari produk farmasi dan alat kesehatan. Kemudian, kerja sama ini juga mendorong ada joint venture antar pabrik atau industri farmasi kedua negara dan bagaimana antar negara dapat berbagi informasi mengenai harga obat, serta meningkatkan kesempatan untuk pengembangan industri farmasi Indonesia di Iran dan Indonesia.

"Mereka sangat mengharapkan transfer teknologi dari Indonesia karena Iran tahu bahwa kita punya industri farmasi cukup banyak dan mampu menyediakan untuk keperluan nasional. Jadi, mereka untuk ingin transfer teknologi juga dari kita," kata Engko.

Sementara itu, terkait vaksin halal, Menteri Kesehatan Iran Seyyed Hassan Ghazizadeh Hashemi berharap Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek dapat berkunjung ke Iran untuk menentukan langkah-langkah pengembangan vaksin halal.


Editor : Tuty Ocktaviany