Jalani Kehamilan saat Wabah Virus Corona, Bunda Harus Perhatikan soal Ini

Antara ยท Kamis, 07 Mei 2020 - 21:02 WIB
Jalani Kehamilan saat Wabah Virus Corona, Bunda Harus Perhatikan soal Ini

Ibu hamil lebih waspada jaga kesehatan di tengah pandemi corona. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id – Wabah virus corona baru (Covid-19) di Indonesia masih berlangsung hingga kini, mengharuskan kita semua harus waspada menjaga kesehatan. Termasuk bagi mereka yang tengah hamil.

Menjaga kehamilan agar tetap sehat selama pandemi Covid-19, dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah sesuai kebijakan yang diterapkan di Tanah Air. Dokter kandungan Mohammad Haekal mengatakan, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah keluar rumah hanya sesuai kebutuhan, termasuk kontrol kehamilan.

"Kalau sudah tahu hamil, harus tahu kapan harus kontrol. Pertama, usia kehamilan kurang dari 11 minggu untuk tahu apakah hamil di luar kandungan atau dalam kandungan," ujar Haekal dalam kelas daring Johnson's Parent Club Expert Class, Rabu (6/5/2020).

Selama kehamilan, kontrol dilakukan beberapa kali seiring bertambahnya usia kandungan. Ibu hamil bisa datang ketika usia kehamilan mencapai 11 minggu, 20 hingga 24 minggu, 28 minggu, 32 minggu dan 36 minggu.

Sebisa mungkin tunda kunjungan ke rumah sakit di luar kondisi darurat seperti muntah-muntah hebat, kontraksi, air ketuban keluar, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat tak kunjung hilang, kejang, serta bila gerakan bayi mendadak tak terasa.

"Jangan lupa terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, jangan sentuh mata, hidung, mulut. Juga terapkan adab batuk dan pakai masker bila keluar rumah," kata dia.

Jangan lupa untuk berolahraga secara rutin selama 30 menit per hari dan menyantap makanan sehat. Jika kandungan sudah semakin membesar, tak ada salahnya menyiapkan tas berisi baju-baju yang dibutuhkan untuk dibawa ke rumah sakit.

Para ibu yang sedang hamil diminta untuk tidak terlalu panik. Sebab hingga saat ini, belum ada bukti infeksi virus corona dari ibu terhadap janin dalam kandungan, juga keguguran dan kematian janin.

Editor : Tuty Ocktaviany