Jarang Hubungan Seksual dengan Pasangan, Anda Bisa Alami Hal Ini

Okezone ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 01:44 WIB
Jarang Hubungan Seksual dengan Pasangan, Anda Bisa Alami Hal Ini

Kesibukan kerja bisa menyebabkan pasangan menolak bercinta. (Foto: Happytips)

JAKARTA, iNews.id – Banyak cara dilakukan pasangan suami-istri untuk menguatkan hubungan, salah satunya dengan hubungan seksual. Lantas, apa jadinya jika momen itu tidak dilakukan?

Biasanya kepadatan kesibukan sehari-hari, baik itu bekerja, mengurus rumah, mengurus anak, dan alasan lainnya dapat mengurangi keinginan untuk berhubungan intim. Hal itu jika dituruti terus-menerus dapat membuat pasutri tidak merasa begitu membutuhkan seks.

Padahal berhenti berhubungan seks, nyatanya memberikan dampak bagi kesehatan batin. Penasaran apa dampak bagi kesehatan di saat berhenti atau mengambil rehat terlalu lama dalam berhubungan seksual? Yuk, simak ulasan berikut ini dari Thehealthsite.

Merasa Goyah

Dampak langsung dari minimnya waktu bercinta dengan pasangan bisa berlanjut ke hubungan itu sendiri. Contohnya, memengaruhi rasa saling percaya, perasaan kebahagiaan, kepuasan dan perasaan dicintai oleh seseorang dalam hubungan menjadi semakin berkurang. Para ahli percaya, pasangan yang semakin berkurang intensitasnya ini pertama memang akan merasa bersalah, kemudian secara bertahap perasaan di dalam dirinya berubah menjadi normal.

Memperburuk Hubungan

Di awal-awal mungkin pasangan merasa simpatik, tapi lama-lama kemudian merasa bahwasanya pasangannya sendiri adalah orang yang menjengkelkan. Jika hal-hal ini dibiarkan terus-menerus, maka secara bertahap hal-hal seperti perkelahian kecil antara pasangan akan menjadi hal yang biasa. Pertengkaran ini akhirnya bisa membawa jarak antara kedua pasangan dan akhirnya keamanan hubungan juga semakin terdorong jauh.

Ikatan Mulai Berkurang

Para ahli percaya bahwa pasangan yang berhenti atau mengambil istirahat lama tidak berhubungan seks, maka hal ini dapat mengurangi tingkat hormon ikatan seperti oksitosin. Bukan hanya ini, tetapi juga mulai munculnya rasa takut bahwa pasangan akan tertarik pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. Pada akhirnya, ini menciptakan rasa curiga dalam hubungan. Seks adalah ekspresi keintiman bersama. Jika tidak bisa meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu berhubungan intim bersama pasangan, maka ciuman, hadiah, dan sebagainya bisa membuat pasangan kita merasa penting.

Iritabilitas Meningkat

Dengan kata lainnya, mudah sekali merasa marah, rewel, dan tersinggung. Tahukah bahwa seks yang baik sangat membantu menjaga kondisi mental pasutri tetap normal? Menurut sebuah penelitian di Skotlandia, orang-orang yang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu, merasa lebih dari senang. Kadang-kadang, otak melepaskan zat kimia yang terasa enak saat berhubungan seks. Zat kimia ini disebut endorfin dan oksitosin membuat kita merasa lebih baik. Kebahagiaan batin ini juga yang mencerminkan wajah kita. Pada saat yang sama, orang-orang yang kehidupan seksnya tidak baik menjadi sangat mudah tersinggung, marah besar, dan rewel. Demikian dikutip dari Okezone.com, Selasa (12/2/2019).


Editor : Tuty Ocktaviany