Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah, Ini yang Harus Dilakukan saat Isolasi Mandiri

Siska Permata Sari ยท Minggu, 29 Maret 2020 - 14:05 WIB
Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah, Ini yang Harus Dilakukan saat Isolasi Mandiri

Lakukan isolasi mandiri saat pandemi corona. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Penyebaran virus corona (Covid-19) masih terus berlangsung di Indonesia selama tiga pekan terakhir. Data per Sabtu (28/3/2020), kasus positif virus corona sudah mencapai 1.155 dengan 102 orang meninggal dunia dan 59 pasien berhasil sembuh.

Di tengah penyebaran pandemi tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat melakukan isolasi mandiri. Terutama bagi mereka yang mengalami gejala ringan virus corona, pernah kontak dengan pasien positif, dan memiliki riwayat perjalanan ke daerah tertentu.

“Apa itu isolasi mandiri? Mengapa 14 hari? Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama isolasi mandiri? Inilah protokol dasar isolasi mandiri dalam penanganan Covid-19 yang diramu dari sumber resmi WHO dan para ahli kesehatan,” tulis Jokowi melalui akun Instagram, Minggu (29/3/2020).

Di postingannya itu, Jokowi membagikan video singkat terkait hal-hal yang berkaitan dengan isolasi mandiri. Berikut protokol isolasi mandiri dari Kementerian Kesehatan RI:

1. Apa yang dilakukan saat sakit?

- Jangan pergi bekerja, ke sekolah, atau ruang publik untuk menghindari penularan Covid-19 ke orang lain di masyarakat.

- Harus mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk menghindari kemungkinan penularan pada orang-orang di sekitar, termasuk keluarga.

- Melaporkan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat tentang kondisi kesehatannya, riwayat kontak dengan pasien Covid-19, atau riwayat perjalanan dari negara/area transmisi lokal, untuk dilakukan pemeriksaan sampel oleh petugas kesehatannya.

2. Siapa yang harus isolasi mandiri?

- Ketika Anda merasa sakit (demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/gejala penyakit pernapasan lainnya), tetapi tidak memiliki risiko penyakit penyerta lainnya (diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik, AIDS, penyakit autoimun, dan lain-lain), maka secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, tinggal di rumah, dan tidak pergi bekerja, sekolah, atau ke tempat-tempat umum.

- Orang Dalam Pemantauan (ODP), yang memiliki demam/gejala pernapasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal, dan atau orang yang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

3. Apa yang dilakukan saat isolasi diri?

- Tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik.

- Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarang setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain.

- Gunakan masker selama masa isolasi diri.

- Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis, seperti batuk atau kesulitan bernapas.

- Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, dan gelas), perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, dan gayung), serta linen/seprai.

- Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta keringkan, lakukan etika batuk/bersin.

- Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.

- Jaga Kebersihan rumah dengan cairan disinfektan.

- Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih jauh.

- Lama waktu isolasi diri selama 14 hari.

4. Apa yang dilakukan saat pemantauan diri sendiri?

- Lakukan observasi/pemantauan diri sendiri di rumah.

- Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis, seperti batuk atau kesulitan bernapas.

- Jika ada muncul gejala, laporkan ke petugas di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

- Jika hasil pemeriksaan sampel dinyatakan positif, maka melakukan isolasi diri sendiri.

- Apabila memiliki penyakit bawaan berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, maka dilakukan perawatan di rumah sakit.

5. Tindakan pencegahan

- Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

- Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin dengan tisu atau lengan atas bagian dalam yang tertekuk. Segera buang tisu ke tempat sampah yang tertutup dan bersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

- Jaga jarak sosial setidaknya jarak satu (satu) meter dengan orang lain terutama dengan mereka yang batuk, bersin, dan demam.

- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

- Jika mengalami demam, bantuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis.

Editor : Tuty Ocktaviany