Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Siska Permata Sari ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 16:46 WIB
Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Ammar Zoni dan Irish Bella. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka tengah dirasakan pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni. Pasalnya, calon bayi kembar yang dikandung Irish telah dikabarkan meninggal dunia, Minggu 6 Oktober lalu.

Sebelumnya, Irish pernah mengalami pendarahan saat hamil yang diduga karena infeksi saluran kemih (ISK). Apa itu?

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu kondisi ketika organ dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Biasanya, ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Wanita juga memiliki risiko lebih besar terkena ISK daripada pria. Tak hanya menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman jika tak tertangani, ISK dapat menyebabkan konsekuensi serius seperti kerusakan ginjal, infeksi berulang, dan melahirkan bayi stunting atau prematur pada ibu hamil.

Ada beberapa gejala dan penyebab timbulnya infeksi pada saluran kemih. Berikut rangkuman informasinya seperti dilansir dari Mayo Clinic, Selasa (8/10/2019).

Gejala

Infeksi saluran kemih tidak selalu menyebabkan tanda dan gejala, tetapi beberapa tanda yang patut diwaspadai adalah sering ingin buang air kecil, sensasi terbakar saat buang air kecil, air seni yang tampak keruh, urin yang tampak merah, merah muda cerah, urin berbau tajam dan nyeri panggul, pada wanita.

Penyebab

Ada beberapa penyebab terjadinya ISK, yaitu Infeksi kandung kemih sistitis, jenis ISK ini biasanya disebabkan oleh Escherichia coli (E  coli), sejenis bakteri yang biasa ditemukan dalam saluran gastrointestinal.

Kemudian penyebab berikutnya adalah Infeksi uretra atau uretritis. Ini adalah jenis ISK yang dapat terjadi ketika bakteri di saluran gastrointestinal menyebar dari anus ke uretra. Juga, karena uretra wanita dekat dengan vagina.

Selain penyebab tadi, ada beberapa faktor risiko ISK yang umumnya terjadi pada wanita. Di antaranya anatomi wanita, di mana seorang wanita memiliki uretra lebih pendek daripada pria. Lalu aktivitas seksual, menggunakan kontrol kelahiran tertentu, dan menopause.


Editor : Tuty Ocktaviany