Kriteria Orang yang Wajib Jalani Rapid Test dan Hal-Hal Penting Hadapi Pandemi Corona

Tuty Ocktaviany ยท Sabtu, 28 Maret 2020 - 22:25 WIB
Kriteria Orang yang Wajib Jalani Rapid Test dan Hal-Hal Penting Hadapi Pandemi Corona

Lakukan cek kesehatan jika kondisi badan sedang tidak fit. (Foto: Ilustrasi AFP)

JAKARTA, iNews.id – Kasus positif covid baru (Covid-19) yang meningkat di Indonesia, membuat tidak sedikit orang khawatir dan ingin melakukan rapid test. Namun, apakah rapid test ini perlu dilakukan oleh semua orang?

Saat ini memang banyak kabar tentang rapid test atau tes cepat Covid-19 di media massa atau media sosial. Tes cepat ini bertujuan untuk deteksi dini kasus Covid-19, sehingga pemerintah dapat melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mencegah penyebaran virus.

Dikutip dari covid19.go.id, Sabtu (28/3/2020), Anda perlu tahu bahwa tes cepat hanya untuk orang berisiko, yaitu yang pernah berkontak erat dengan orang sakit Covid-19 atau pernah berada di negara atau wilayah yang dengan penularan lokal dan memiliki gejala seperti demam atau gangguan sistem pernapasan (pilek/sakit tenggorokan/batuk). Jadi, tidak perlu tes cepat jika Anda sehat dan tak pernah kontak orang sakit Covid-19 atau berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal Covid-19.

Yang mengikuti tes ada tiga kategori, yaitu Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Petugas kesehatan lah yang menentukan statusnya.

1. OTG adalah mereka yang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah melakukan kontak erat dengan orang positif Covid-19.

2. ODP adalah orang demam (≥38 derajat Celsius), riwayat demam atau pilek/sakit tenggorokan/batuk.

- Dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal atau melakukan kontak erat dengan orang sakit Covid-19 (terkonfirmasi ataupun probabel).

3. PDP adalah orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu demam (≥38 derajat Celsius) atau riwayat demam disertai salah satu gejala sakit pernapasan (batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat) dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal.

- Orang dengan demam (≥38 derajat Celsius) atau riwayat demam atau ISPA dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berkontak erat dengan orang sakit Covid-19 (terkonfirmasi ataupun probabel)

- Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Isolasi diri

Jika mengalami gejala ringan (demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat atau rasa lelah), tinggal saja di rumah. Jangan kemana-mana. Beristirahatlah di kamar tersendiri yang berbeda dengan anggota keluarga lainnya. Pantau perkembangan kondisi Anda dan minum air yang cukup. Hanya orang dewasa sehat yang merawat dan mereka harus cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memasuki kamar Anda.

Gunakan masker dan pastikan mulut, hidung dan dagu tertutupi. Bila ada orang yang membantu Anda di rumah, dia pun harus menggunakan masker.

Untuk memakai masker, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum memasang masker.
  2. Selama memakai masker, jangan dilepas dan pasang kembali.
  3. Jangan menyentuh masker yang Anda pakai. Kalau tersentuh, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
  4. Setelah terasa lembap/basah, ganti yang baru. Buka masker dengan cara melepaskan talinya. Jangan memegang permukaan depan masker.
  5. Segera buang ke tempat sampah tertutup
  6. Ingat, masker hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai berkali-kali.
  7. Gunakan peralatan makan, mandi dan sprei yang berbeda dengan anggota keluarga lain. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Bersihkan benda yang sering tersentuh tangan seperti gagang pintu, meja dan lain-lain dengan cairan disinfektan. Selalu jaga jarak lebih dari satu meter dengan anggota keluarga lainnya.
  8. Ingat, rumah sakit hanya untuk orang sakit parah jadi jangan pergi ke sana kecuali mendesak, misalnya kondisi kesehatan memburuk (demam tinggi dan kesulitan napas). Kontak segera fasilitas layanan kesehatan bila itu terjadi.
  9. Kalau Anda harus ke rumah sakit, jangan ajak anak-anak. Minta satu atau dua orang kerabat untuk mengantar. Sebisa mungkin, jangan gunakan kendaraan umum ke fasilitas layanan kesehatan dan di sana selalu jaga jarak lebih dari satu meter dengan siapa pun. Ambil kesempatan untuk cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (alkohol minimal 60 persen).

Jika harus belanja, perhatikan ini:

1. Saat ini pemerintah menyarankan membatasi kontak antar warga, sehingga sekolah ditutup dan sebagian besar pekerja melakukan tugasnya dari rumah.

2. Batasi pergi belanja makanan atau kebutuhan penting. Pilih satu orang di keluarga untuk belanja dan jangan pilih orang yang berisiko (orang lansia – lanjut usia atau yang sakit kronis atau menahun seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes).

3. Selalu jaga jarak lebih dari satu meter dengan orang lain saat berada di pasar atau tempat belanja. Saat kembali, langsung cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

4. Bila tetangga-tetangga membutuhkan pertolongan dan Anda sanggup, tawarkan diri menerima titipan belanja.

5. Mohon diingat, situasi ini hanya sementara dan bila semua orang tetap tinggal di rumah, wabah semakin cepat berakhir. Kalau kita melindungi diri, berarti kita melindungi sesama.

Editor : Tuty Ocktaviany